Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Iklan Baris Hari ini: Selasa, 27 Juni 2017 19:13
RUSUH PILPRES

Sekjend PENA 98 : Hari Ini Tidak Mungkin Ada Kerusuhan di Jakarta

Print

Jakarta, Seruu.com - Sekretaris Jenderal Perhimpunan nasional Aktivis 98 (PENA '98) Adian Napitupulu SH mengungkapkan analisanya mengenai situasi politik terkini di ibukota terkait dengan pengumuman hasil Pilpres 2014 pada Selasa (22/7/2014).

Menurut Adian hasil dari pantauan di lapangan sejauh ini tidak ada gerakan massa yang signifikan yang potensial memicu rusuh massa.

"Saya baru berkeliling HI dan Menteng. Ada massa buruh sekitar 200 - 250 orang di depan Plaza Indonesia. Massa yang aksi tidak membawa alat-alat yang bisa digunakan untuk bentrokan, hanya bermodal spanduk. Dari atribut aksi, peserta aksi dan orasi tampak bahwa aksi bernuansa damai," tutur Adian dalam pesan tertulisnya kepada redaksi Seruu.com, Selasa (22/7/2014).

Ia juga mengatakan berdasar pantauan langsung di HI aparat terlihat siaga, sebagian polisi berdiri melingkari massa dan sebagian lagi tampak duduk-duduk santai di depan hotel Kempinski.

"Sampai pk 16.30 WIB aktivitas rakyat di sekitar Plaza Indonesia terlihat sangat normal. TNI terlihat menyebar hampir di semua perkantoran dekat HI tapi tidak mencolok. Mobil-mobil truk di parkir di lapangan parkir gedung perkantoran.

Selanjutnya pantauan Adian dari arah Imam Bonjol ke KPU sama sekali tidak terlihat aksi massa. Polisi terlihat duduk-duduk santai dengan tameng di jejerkan di aspal. (sementara) Aktivitas Rakyat di sekitar Jl Cokoraminoto terlihat sangat normal. Mall batik keris tetap buka, aktivitas Rakyat di taman menteng normal-normal saja," papar anggota DPR terpilih periode 2014-2019 tersebut.

Dengan berdasar dari pantauan tersebut, Adian kemudian menganilsa bahwa hari ini sangat kecil terjadi bentrokan apalagi terjadi kerusuhan sangatlah tidak mungkin.

"Karena estimasi massa yang sangat sedikit dan pola aksi yang terlihat tidak dipersiapkan untuk situasi bentrok. Disisi lain pengamanan Polisi maupun TNI menyebar dengan masif di banyak titik lokasi. Jika terjadi bentrokan dalam komposisi massa yang sedikit dan formasi aparat yang menyebar maka massa aksi akan terjepit dan sangat mudah ditangkap," tegas Adian. "Semoga informasi ini berguna bagi rakyat," pungkasnya.

Hal ini menepis berbagai isu yang menyesatkan mengenai potensi bentrok massa dan kerusuhan jelang pengumuman pilpres 2014. Ditambah lagi ancaman demo besar dari kubu Prabowo-Hatta terkait ketidakpuasan mereka terhadap hasil pilpres yang diklaim penuh kecurangan.


mus

Galeri Video

Galeri Foto

BURSA IKLAN BARIS

Table 'seruuco_2011.bursa_posts' doesn't exist