Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Iklan Baris Hari ini: Selasa, 27 Juni 2017 14:06
AHMAD DHANI

Ahmad Dhani Adukan 17 Media Online ke Dewan Pers

Print

Jakarta, Seruu.com - Artis sekaligus Tim Pemenangan Capres--Cawapres Prabowo-Hatta, Ahmad Dhani, merasa kecewa dengan pemberitaan 17 Media Onliene yang menurutnya tidak benar. Ia pun melaporkan situs-situs tersebut ke Dewan Pers di Jakarta, Senin (21/7/2014).

Pemberitaan yang dimaksud bekas suami penyanyi Maia Estianty itu adalah seperti soal dirinya dibayar Rp10 miliar untuk memenangkan Prabowo, berdasarkan akun Twitter palsu Fadli Zon dan Mahfud MD, dan juga soal pernyataan dirinya yang siap memotong alat kelamin jika Capres Joko Widodo berhasil menjadi pemenang di Pilpres 2014.

"Kenapa pers yang punya aturan bisa ngambil sumber berita yang notabene fiktif, secara masif dan berjamaah, 17 online. Urutannya (pemberitaan), pascapilpres, kebohongan saya dibayar 10 miliar (rupiah), ditampar Prabowo, tweet tentang potong kelamin," kata Dhani kepada para peliput di Gedung Dewan Pers, Senin.

"Kebohongan yang sangat canggih, dilakukan berjamaah, dan secara serius dilakukan media," imbuh Dhani.

17 Media Online yang dilaporkan Dhani adalah: Liputan6.com, Repubilka Online, Haionline, Okezone, Merdeka.com, Detikforum, Kapanlagi.com, Kasukkusuk.com, Kaskus, Kompasiana, Metropolitan online.co, Nonstop.com, Palingseru.com, Wartaharian.com dan Ciricara.com.

"Beberapa online, memang jadi ranah Dewan Pers, beberapa lagi bukan. Yang tidak termasuk produk jurnalistik itu, bisa dilaporkan ke polisi," ucapnya.
Dari ke 17 media online itu adalah Liputan6.com, Repubilka Online, Haionline, Okezone, Merdeka.com, Detikforum, Kapanlagi.com, Kasukkusuk.com, Kaskus, Kompasiana, Metropolitan online.co, Nonstop.com, Palingseru.com, Wartaharian.com dan Ciricara.com."

"Beberapa online, memang jadi ranah Dewan Pers, beberapa lagi bukan. Yang tidak termasuk produk jurnalistik itu, bisa dilaporkan ke polisi," ucapnya.

Dhani mengatakan, mereka yang memuat berita berdasarkan akun palsu dan tanpa konfirmasi dari pihak-pihak bersangkutan merupakan orang-orang yang tidak bermoral. Bos Republik Cinta Management (RCM) ini menilai hal tersebut sebagai upaya pembunuhan karakter.

"Mereka nggak bermoral. Cerdik sih, buat akun palsu. Tapi ini arahannya jelas, pembunuhan karakter. Makanya, saya datang ke sini (Dewan Pers)," lanjut Dhani.

Dhani melaporkan situs-situs itu ke Dewan Pers karena tak ingin ada lagi pemberitaan soal dirinya yang dimuat tanpa klarifikasi, dan hanya mengambil dari internet. Ia menambahkan, media online yang jadi ranah Dewan Pers diharapkan segera menyampaikan permintaan maaf.

Laporan Dhani itu diterima oleh Imam Wahyudi, Ketua Pengaduan Dewan Pers.

"Berharap Dewan Pers memanggil dan (situs-situs itu) meminta maaf supaya praktik kecurangan ini berhenti," ujar Dhani lagi. [Shafa]

Galeri Video

Galeri Foto

BURSA IKLAN BARIS

Table 'seruuco_2011.bursa_posts' doesn't exist