Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Iklan Baris Hari ini: Selasa, 27 Juni 2017 14:06
VIDEO KLIP KOALISI PRAHARA

Angkat Garuda Dengan Kostum Nazi, Ahmad Dhani Bisa Dipidana

Print

Jakarta, Seruu.com - Sejarawan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Asvi Warman Adam, menyatakan bahwa sikap Ahmad Dhani yang mengangkat lambang negara Garuda dengan menggunakan kostum Nazi bisa dipidanakan. Menurut Asvi hal tersebut merupakan penghinaan terhadap lambang negara.

Dia menyatakan itu karena melihat penggunaan lambang Garuda dalam klip video 'Prabowo-Hatta, We Will Rock You'. Di dalam video, Husein Idol menari-nari sambil memegang lambang burung Garuda. Ahmad Dhani bahkan mengangkat lambang Garuda ke atas kepalanya sambil memakai seragam pimpinan fasis Nazi.

"Itu penghinaan terhadap lambang negara kalau digunakan di sembarangan tempat. Apalagi ini digunakan untuk kampanye pada salah satu kelompok atau golongan. Lambang negara itu milik bersama, seharusnya digunakan ketika menghadapi negara lain, misalnya dalam olahraga," kata Asvi, Kamis (24/6/2014).

Menurut Asvi pernah dua orang buruh di Purwakarta harus dipidana karena dianggap melecehkan lambang negara tersebut. "Karena video ini diasosiasikan dengan Prabowo-Hatta maka bisa saja terancam hukuman jika tetap menggunakan lambang Garuda maupun gambar lain yang menyerupai," tandasnya.

Asvi menegaskan bahwa lambang Garuda adalah lambang terhormat. Tidak bisa digunakan di sembarang tempat, apalagi untuk kampanye politik. Ia menambahkan, lambang Garuda bisa digunakan jika tujuannya untuk mempersatukan bangsa.  Namun dalam kasus video klip Ahmad Dhani ia menganggap bahwa penggunaan lambang Garuda justru dipergunakan secara serampangan bahkan melecehkan.

"Malah itu memecah belah bangsa. Lambang Garuda itu bisa dipakai, misalnya, oleh tim nasional yang akan bertanding melawan negara lain. Namun, persoalannya saat ini adalah lambang Garuda digunakan hanya untuk satu kelompok (Prabowo-Hatta -red) saja," kata Asvi. [mus]
 

Galeri Video

Galeri Foto

BURSA IKLAN BARIS

Table 'seruuco_2011.bursa_posts' doesn't exist