Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Iklan Baris Hari ini: Senin, 24 Juli 2017 03:49
PEMILU 2014

JK: Pemilu Itu Masalah Persaingan Keyakinan

Print
Jusuf Kalla (Dok. Seruu.com)

Makassar, Seruu.com - Wakil Presiden (2004-2009) M Jusuf Kalla mengatakan pemilu merupakan masalah persaingan keyakinan, karena pada dasarnya setiap partai yakin bahwa dirinya yang mampu memberikan yang terbaik pada rakyat. Hal ini disampaikan dalam acara Pembekalan Caleg Golkar Se-Sulawesi Selatan, di Makassar pada Minggu (9/3/2014).

“Pemilu itu masalah persaingan keyakinan, semua partai yakin mampu bekerja yang terbaik untuk rakyat,” ujar Mantan Ketua Umum Golkar ini.

JK, sapaan akrabnya, mengatakan karena semua partai memiliki kesamaan keyakinan maka yang menjadi penentu adalah rakyat. Rakyatlah yang menentukan siapa yang terbaik menjalankan roda kepemerintahan. Untuk itu, kata JK, partai-partai berlomba-lomba mendekati rakyat untuk meyakinkan bahwa mereka layak untuk dipilih dan diberikan amanah.

“Maka semua berlomba-lomba meyakinkan rakyat, agar diberikan kepercayaan menjalankan tujuan itu,” ungkap JK.

JK juga mengkritisi cara-cara caleg untuk memenangi pemilihan legislatif 9 April mendatang. Menurutnya, hampir semua caleg menggunakan cara-cara yang serupa, yaitu membuat baligho, memasang gambar di tempat-tempat umum dan membagikan kartu nama. Dalam hitungan JK, dalam satu daerah pemilihan rata-rata ditemukan 1600 foto-foto caleg bertebaran. Untuk itu, cara-cara tersebut dinilainya kurang efektif karena masyarakat akan kesulitan mengingat satu persatu foto-foto kampanye tersebut.

“Untuk menang dalam pemilu kebanyakan menggunakan cara yang sama, buat baligho, pasang gambar dan bagi kartu nama. Hitungan saya, dalam satu dapil ada 1600 foto, bagaimana rakyat bisa ingat dan memilihnya,” tegas JK yang disambut tepuk tangan perserta.

JK menyarankan para caleg untuk mengikut jejak Mantan Presiden Gus Dur dan Gubernur Jakarta Jokowi. Menurut JK, Gus Dur dan Jokowi dicintai dan diidolakan oleh rakyat karena dua-duanya dekat dengan rakyat. Keduanya mampu turun langsung menyapa rakyat, memberikan sesuatu yang nyata bukan bayang-bayang semata. JK menegaskan, caleg yang tidak pernah turun ke masyarakat merupakan caleg yang hanya menjadi bayang-bayang saja di masyarakat, sehingga sulit untuk diingat apalagi dipilih.

“Kenapa Gus Dur dan Jokowi diidolakan rakyat? Karena mereka dekat dengan rakyat. Rakyat butuh yang nyata, bukan bayang-bayang saja,” tukasnya. [Irm]

Galeri Video

Galeri Foto

BURSA IKLAN BARIS

Table 'seruuco_2011.bursa_posts' doesn't exist