Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Iklan Baris Hari ini: Senin, 24 Juli 2017 03:49
PEMILU 2014

Kapabilitas Komisioner KPU dipertanyakan

Print
Ilustrasi. (Foto: istimewa)

Jakarta, Seruu.com - Silang pendapat antara Forum Akademisi IT (FAIT) dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengenai kisruh Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2014 semakin memanas.

Penyebabnya adalah, pemberitaan media atas temuan FAIT tentang kisruh DPT Pemilu 2014 yang masih memuat pemilih tanpa nomor induk kependudukan (NIK), nama orang yang sudah meninggal dunia, nama pemilih ganda dan pemilih dengan nama-nama aneh.

Bahkan diduga, kisruh DPT Pemilu 2014 merupakan bagian dari skenario kecurangan pemilu. Alasannya, penyusunan DPT sudah melalui 6 (enam) tahapan, namun DPT belum beres, bahkan masih memuat pemilih siluman berkisar antara 15 hingga 25 juta pemilih.

Hal ini membuat Komisioner KPU, Ferry Kurnia Rizkiyansyah angkat bicara (26/2/2014) dengan mengatakan, “Lebih baik dia datang ke KPU untuk membantu kami. Ini bentuk partisipasi masyarakat.”

Senada dengan Ferry, Komisioner KPU lainnya, Hadar Nafis Gumay dalam program pemilu di salah satu tv swasta (4/3/2014) mengatakan hal yang sama, siapa saja yang memiliki temuan kisruh DPT agar datang untuk membantu KPU memperbaikinya.

Menanggapi pendapat kedua Komisioner KPU tersebut, Ketua Umum FAIT, Hotland Sitorus mempertanyakan kapabilitas para Komisioner KPU dalam melaksanakan tugasnya sebagai penyelenggara Pemilu 2014.

“Jika komisioner KPU tidak mampu dan tidak menguasai pekerjaannya, itu berarti anggota DPR RI telah melakukan kekeliruan dalam seleksi komisioner KPU," kata Hotland dalam keterangan tertulisnya, Rabu (5/3/2014).

Masih lanjut Hotland Sitorus, “Namun kami berasumsi lain, sebab KPU pasti mempunyai tim IT yang hebat. KPU juga pasti memiliki perangkat IT baik serta pendanaan yang lebih dari cukup. Jadi tidak mungkin para Komisioner KPU tidak kalau DPT belum beres.”

Sementara itu, Sekjen FAIT, Janner Simarmata menjelaskan kalau FAIT sudah lama dan berulangkali memberikan informasi kisruh DPT Pemilu kepada KPU melalui media.

“FAIT sudah lama menyuarakan kisruh DPT Pemilu. Hanya saja KPU tidak mau mendengar dan seakan-akan mengulur-ulur waktu.” Ungkap Janner Simarmata

“Kami tidak pernah terdengar tanggapan KPU terhadap kritikan yang kami sampaikan. Namun demikian, FAIT memahami media adalah salah satu sarana komunikasi untuk menyampaikan informasi kepada KPU. Jadi, KPU tidak boleh berkelit.” Pungkas Janner Simarmata.l hukuman pidana mati,” tukasnya. [ift]

Galeri Video

Galeri Foto

BURSA IKLAN BARIS

Table 'seruuco_2011.bursa_posts' doesn't exist