Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Iklan Baris Hari ini: Senin, 24 Juli 2017 03:49
PEMILU 2014

25 Juta Suara Siluman Potensial diselewengkan

Print
Ilustrasi. (Foto: istimewa)

Jakarta, Seruu.com  - Perhelatan Pemilu 2014 tinggal menghitung hari, namun Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2014 belum beres. Komisi Pemilihan Umum (KPU) seakan tidak mampu melaksanakan tugasnya dan terkesan sengaja mengulur-ulur waktu.

Berdasarkan riset yang dilakukan Forum Akademisi IT (FAIT), persentase suara siluman pada DPT Pemilu 2014 mencapai 8 hingga 15 persen, itu artinya ada sekitar 15 hingga 25 juta suara siluman yang potensial diselewengkan.

Apabila suara siluman ini tidak dibereskan secepatnya, maka akan berpengaruh kepada hasil pemilu secara nasional dan akan ada partai-partai peserta pemilu yang dirugikan.

Menurut Ketua Umum FAIT, Hotland Sitorus, patut diduga suara siluman yang terdapat di dalam DPT Pemilu 2014 adalah bagian dari kecurangan Pemilu 2014.

“Suara siluman akan menggagalkan beberapa partai peserta pemilu untuk melenggang ke Senayan, pasalnya suara siluman akan memperkecil persentase perolehan suara nasional beberapa partai, dan sebaliknya akan mendongkrak perolehan suara nasional partai tertentu," bilang Hotland dalam keterangan tertulisnya, Selasa (4/3/2014).

“Jika terjadi kecurangan pemilu dengan memanfaatkan suara siluman ini, maka akan ada partai yang tadinya memenuhi syarat parliamentary threshold  (PT) 3,5 persen akhirnya akan terpental dan tidak masuk ke Senayan karena gagal memenuhi syarat PT," sambung dia.

Sabagaimana diharapkan banyak pihak, KPU seharusnya terbuka dan tidak menyimpan sesuatu terkait dengan data-data pemilih siluman ini. KPU harus segera membereskan DPT Pemilu 2014 secepatnya tanpa menunggu 14 hari sebelum pemungutan suara dilakukan.

“Untuk membereskan DPT Pemilu 2014 cukup waktu satu minggu dan membutuhkan tenaga ahli IT dengan jumlah yang relatif sedikit," jelas Sekjen FAIT, Janner Simarmata.

Masih lanjut Janner Simarmata, “KPU sebaiknya menggandeng tim IT independen untuk membereskan DPT Pemilu ini, agar perbaikan terbebas dari kepentingan kelompok tertentu.”

“FAIT juga menghimbau kepada seluruh partai peserta pemilu, agar mendorong KPU sesegera mungkin melakukan perbaikan DPT untuk pemilu yang bersih, transparan, netral, jujur dan adil (BTN-Jurdil)," pungkas Janner Simarmata. [Irm]

Galeri Video

Galeri Foto

BURSA IKLAN BARIS

Table 'seruuco_2011.bursa_posts' doesn't exist