Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Iklan Baris Hari ini: Jumat, 28 Juli 2017 03:42
PEMILU 2014

Soal Temuan Cacat Logisitik, KPU Ragukan Bawaslu

Print

Jakarta, Seruu.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) meragukan temuan cacat spesifikasi produksi logistik oelh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Anggota Komisioner KPU Arief Budiman menegaskan, temuan badan pengawas itu mestinya jujur membeberkan konsorsium produksi logistik yang tidak sesuai spesifikasi.

Arief mengatakan, KPU tidak bisa berbuat banyak jika laporan inspeksi mendadak oleh Bawaslu ke sejumlah perusahaan pembuat logistik pemilu masih bersifat tanpa nama. Karena laporan seperti itu tidak akan menyelesaikan persoalan jika memang ada masalah cacat produksi.

"Pada prinsipnya kita terbuka. Tapi laporkan kepada kami nama-nama perusahaannya," kata dia di Gedung KPU, Ahad (2/3).

Arief mendorong agar setiap laporan inspeksi Bawaslu di lapangan tersampaikan resmi ke KPU.

Arief meminta agar temuan Bawaslu tersebut dapat dipertanggungjawabkan. Karena menjadi aneh kalau laporan badan pengawas tidak disertai dengan sejumlah nama perusahaan pengadaan.

KPU, ujarnya, akan menegur keras setiap perusahaan yang tidak melakukan produksi logistik sesuai permintaan. Bahkan KPU siap mempidanakan perusahaan yang dimaksud Bawaslu itu.

Sebelumnya Bawaslu menyampaikan hasil temuan inspeksi di lapangan tentang pengadaan dan produksi logistik kebutuhan pemilu 2014. Anggota Komisioner Bawaslu, Daniel Zuchron membeberkan, ada tiga persoalan utama dalam pengadaan dan produksi logistik pemilu 2014.

Persoalan utama adalah tentang rawannya pengawasan produksi kotak suara. Dikatakan, terjadi perbedaan kualitas kotak suara di tingkat produsen.

Daniel menerangkan temuan Bawaslu tentang minimnya pengawasan KPU sebagai pemesan kotak suara kepada pemenang tender untuk membuat standar kotak suara yang baru. Dengan kotak suara dari kardus perlu spesifikasi khusus.

Produksi tinta pemilu 2014 juga dianggap cacat spesifikasi. Temuan Bawaslu di sejumlah produsen tinta, didapat penanda langsung pengguna hak pilih itu cepat luntur.

Bawaslu mengambil beberapa contoh tinta pemilu, dan melakukan uji coba dengan teknik rekayasa tertentu. Hasilnya kualitas tinta tersebut mudah luntur dan gampang terkelupas dari kulit. [Rol]

Galeri Video

Galeri Foto

BURSA IKLAN BARIS

Table 'seruuco_2011.bursa_posts' doesn't exist