Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Iklan Baris Hari ini: Minggu, 25 Juni 2017 21:03
BEM SI

Gelar Aksi di KPU, BEM SI Serukan Anti Golput

Print
Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) se-Jabodetabek menggelar aksi simpatik Anti Golput jelang Pemilu 2014.

Jakarta, Seruu.com - Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) se-Jabodetabek menggelar aksi simpatik Anti Golput jelang Pemilu 2014.

Aksi yang dilakukan di Bundaran Hotel Indonesia (HI) berlanjut ke gedung KPU Jalan Imam Bonjol Jakarta Pusat, Senin (24/2/2014).

Mahasiswa BEM SI Jabodetabek merasa prihatin dengan tingginya angka Golput, akibat rendahnya pendidikan politik masyarakat. Mereka mengajak masyarakat memilih pemimpin masa depan terbaik, melalui patisipasi dalam Pemilu 2014.

“Aksi ini sebagai pemberi sinyal kepada KPU dan Bawaslu, dari kami para mahasiswa BEM SI agar  penyelenggaraan Pemilu 2014, dilaksanakan secara demokratis,” tegas Presma BEM IPB, Diki Saefurohman kepada wartawan.

Dengan menggenakan seragam almamaternya yang beragam warna, seperti dari kampus IPB Bogor, UI Depok, UNJ Rawamangun dan lain-lain, mereka longmarch dari Bundaran HI ke Gedung KPU.

Spanduk yang dibawa diantaranya bertuliskan “ Ayo Memilih, Kawal Pemilu 2014”.

Ketua BEM UNJ Rawamangun Jakarta Timur, Reza Indrawan menambahkan BEM SI mendesak KPU untuk menyediakan TPS untuk mahasiswa di dekat kampus-kampus.

"Alasannya, agar mahasiswa asal daerah tidak harus pulang kampung saat pencoblosan nanti. Ini bisa menekan angka golput, karena mahasiswa dari daerah butuh waktu dan biaya jika harus pulang kampung. Di berbagai kampus di Indonesia, jumlah mahasiswa asal daerah sangat banyak jumlahnya," terang Reza.

Berdasarkan catatan BEM SI, sejak Pemilu tahun 1999 sampai dengan 2009, terjadi peningkatan jumlah pemilih yang golput. Kualitas pemilih yang rendah menjadi problem utama yang dihadapi dalam proses Pemilu. Ini akibat parpol yang gagal melaksakan tugasnya, yakni memberi pendidikan politik kepada masyarakat.

Makin rendah pendidikan politik akan berdampak negatif pada partisipasi politik masyrakat. Ini menjadi tanggung jawab Papol, tetapi sebagai mahasiswa mereka mengaku tidak bisa hanya berharap saja kepada Parpol, maka aksi ini sebagai langkah yang musti ditempuh.

BEM SI yang beranggotakan 49 kampus seluruh Indonesia menyatakan akan mengawal Pemilu 2014. [Dhanny]

Galeri Video

Galeri Foto

BURSA IKLAN BARIS

Table 'seruuco_2011.bursa_posts' doesn't exist