Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Iklan Baris Hari ini: Kamis, 29 Juni 2017 19:37
PEMILU 2014

Gerindra Ancam Boikot Pemilu Andai Pelaksanaanya Tidak Demokratis

Print
Kepala Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra, Habiburokhman (Istimewa)

Jakarta, Seruu.com - Partai Gerindra mengancam akan memboikot pemilu 2014 jika tahapan pelaksanaanya berjalan tidak sesuai koridor hukum alias tidak demokratis.

Hal ini diungkapan Kepala Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra, Habiburokhman dalam jumpa persnya di DPP Gerindra, jalan Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu (19/2/2014).

"Banyak pihak menginginkan pemilu yang jujur, adil dan bersih serta transparan. Artinya KPU harus menyelesaikan semua tahapan dengan baik, termasuk kisruh daftar pemilih tetap (dpt) yang rentan bermasalah itu, kalau tidak Gerindra akan bersikap untuk memboikot pemilu," tegas Habiburokhman.

Dia melanjutkan bahwa manipulasi DPT merupakan modus klasik kecurangan pemilu. Artinya, lanjut Habib, dengan DPT yang semrawut akan mudah terjadi penggelumbungan suara partai tanpa terdeteksi ditingkat TPS.

Dia pun mengkritik kesiapan KPU dalam penyelesaian kisruh DPT seolah berjalan di tempat.

"KPU juga tak menanggapi secara serius hasil penyisiran tim IT Gerindra bahwa ada 3,7 juta kasus atau sekitar 8,5 juta potensi pemilih ganda. Laporan Gerindra berupa 120.000 lembar dokumen mengenai data DPT yang bermasalah hanya dijawab oleh KPU dengan dua lembar surat yang isinya sangat menyederhanakan masalah dengan mengatakan orang-orang tersebut benar-benar ada, tanpa melampirkan bukti apapun," kata Habiburokhman.

"Kita menginginkan agar proses demokrasi benar-benar bisa berjalan dengan baik dan dapat diikuti semua elemen bangsa, " tutupnya. [Simon]

Galeri Video

Galeri Foto

BURSA IKLAN BARIS

Table 'seruuco_2011.bursa_posts' doesn't exist