Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Iklan Baris Hari ini: Jumat, 23 Juni 2017 12:02
PEMILU 2014

Lima: Golput Tidak Bisa Dipidanakan!

Print
Ilustrasi. (Foto: istimewa)

Jakarta, Seruu.com - Pernyataan pejabat Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menyebut seruan untuk tidak memilih di saat pemungutan suara pemilihan umum (Pemilu) alias golput adalah tindak pidana tidak mendasar.

Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima), Ray Rangkuti, menjelaskan, pada pasal 292 dan 308 Undang- undang nomor 8 tahun 2012, menyebut adanya tindakan sengaja menghilangkan hak memilih, penggunaan kekerasan, menghalang-halangi kegiatan yang mengganggu penggunaan hak pilih orang lain, masuk dalam kategori pidana.

"Tapi tidak ada seruan untuk golput adalah tindak pidana," ujar Ray, di Wisma Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/2/2014).

Ray mengingatkan KPU untuk lebih konsen menyelesaikan permasalahan satu juta calon pemilih yang belum mempunyai Nomor Induk Kependudukan (NIK). Karena, jika hal itu diabaikan oleh KPU selaku penyelenggara Pemilu, maka lembaga pimpinan Husni Kamil Manik tersebut bisa dipidanakan, lantaran telah menghilangkan hak masyarakat untuk memilih.

Sikap golput, menurut Ray, malah memberikan implikasi positif, karena mengingatkan orang akan haknya untuk memilih, dan mengingatkan wakil rakyat bila terpilih untuk serius mengemban amanatnya.

Sebelumnya, Ketua KPU, Husni Kamil Manik, menerangkan bahwa penganjur golput masuk dalam tindak pidana. Ia mengacu pada undang-Undang No 8 tahun 2012.

Komisioner KPU, Ferry Kurnia Rizkiyansyah juga menyerukan hal yang sama, ia menambahkan bahwa mengajak seseorang untuk tidak memilih alias golput sudah masuk pidana. [BWO]

Galeri Video

Galeri Foto

BURSA IKLAN BARIS

Table 'seruuco_2011.bursa_posts' doesn't exist