Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Iklan Baris Hari ini: Jumat, 28 Juli 2017 03:41
PEMILU 2014

Ingin Ubah Nasib, Loper Koran Nyaleg

Print
Sri Haryanto, loper koran nyaleg anggota DPRD Banyumas. (Foto: Prayitno/Seruu.com)

Purwokerto, Seruu.com – Meskipun pernah gagal dalam pencalonan sebagai anggota legislatif pada pemilu 2009 lalu, Sri Haryanto (38), warga Ledug, Kecamatan Kembaran, Banyumas (Jateng)  tidak kapok untuk kembali mencoba keberuntunggannya. Dalam pemilu 2014 ini, ia menjadi caleg DPRD Banyumas dari Partai Nasdem, sebelumnya Haryanto menjadi caleg dari Partai Merdeka.

“Saya tidak kapok, justru saya belajar dari kegagalan yang dulu. Mungkin dulu sosialisasi kurang gencar dan partai juga kurang mendukung. Tetapi pencalonan sekarang saya lebih rajin keliling untuk bersosialisasi dan Partai Nasdem juga sudah banyak dikenal,” ujarnya, Jum’at (7/2/2014).

Jika dalam pemilu 2009, Haryato hanya mencetak stiker, kali ini ia mencetak beberapa spanduk. Pada spanduk berukuran 1x2 meter tersebut terpambang fotonya serta logo partai dan nomor urut namanya. Pada bagian atas spanduk tertulis ‘Dari Loper Koran Menuju DPRD Banyumas’. Spanduk tersebut terpampang di beberapa tempat, salah satunya di depan kantor DPC Nasdem Banyumas, di Jalan Jenderal Soedirman Timur.

Haryanto sama sekali tidak merasa malu ataupun canggung dengan profesi loper koran yang disandangnya. Sebaliknya, ia justru merasa sangat beruntung, karena profesinya ini membuatnya banyak bertemu orang setiap hari.

“Setiap hari saya mengantar koran kepada kurang lebih 500 pelanggan dan saya manfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkenalkan diri saya serta meminta dukungan dan doa restu,” katanya.

Lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) ini juga tidak lupa menyelipkan stiker dalam lipatan koran yang diantarnya. Terkadang ada pelanggan yang bertanya tentang stiker tersebut dan dengan berapi-api Haryanto menjelaskan tentang pencalonannya.

Sebagai orang yang setiap hari ‘blusukan’ sampai ke gang-gang kecil di perkampungan, Haryanto menyatakan, sangat memahami kondisi masyarakat bawah. Ia juga kerap mengobrol dan bertukar pikiran dengan mereka. Haryanto menyadari kondisinya yang tidak mungkin menggelar sosialisasi ataupun kampanye dengan mengumpulkan ratusan orang dan menjamu mereka. Sehingga interaksi langsung dengan masyarakat ini menjadi modal utama untuk menggaet suara. [Py]

Galeri Video

Galeri Foto

BURSA IKLAN BARIS

Table 'seruuco_2011.bursa_posts' doesn't exist