Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Iklan Baris Hari ini: Kamis, 29 Juni 2017 19:33
PEMILU 2014

Wacana Boikot Pemilu Mulai Bergulir

Print

Jakarta, Seruu.com-  Analis politik Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) Said Salahuddin mengungkapkan, wacana pemboikotan atas pelaksanaan pemilu bisa saja terjadi.

"Bisa saja, asal yang jadi motor penggerak partai politik peserta pemilu," ucap Said kepada wartawan di Jakarta, Rabu (29/1/2014).

Mantan aktivis pergerakan '98' tersebut menjelaskan,  pembiayaan saksi partai politik oleh Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) bisa dijadikan pintu masuk untuk memboikot pemilu, terlebih jika partai politik bersikukuh merampok dana negara untuk membiayai perhelatan pemilu.

"Artinya bila dana tersebut dikucurkan maka akan terjadi kontestasi tidak sehat. Ada parpol yang terima dana, dan ada parpol yang tidak terima dana," jelasnya.

Penggiat demokrasi yang juga tergabung dalam Forum Pasca Sarjana Hukum Tata Negara Universitas Indonesia (Forpas HTN UI) menjelaskan, bagi partai politik yang menerima dana hasil rampokan tersebut dipastikan akan memperoleh suara minimal 560 ribu suara.

Hal tersebut sesuai dengan jumlah sanksi 'cabutan' partai politik yang ditebar disetiap Tempat Pemungutan Suara (TPS). Modus yang dilakukan partai politik akan meminta kepada saksi untuk memberikan suara mereka kepada partai politik.

"Jika hal tersebut sampai terjadi. Maka pemilu 2014 tidak menganut asas dan prinsip keadilan," jelasnya.

[Simon]

Galeri Video

Galeri Foto

BURSA IKLAN BARIS

Table 'seruuco_2011.bursa_posts' doesn't exist