Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Iklan Baris Hari ini: Jumat, 23 Juni 2017 12:09
PEMILU 2014

KPU Anggarkan Rp 14 Triliun Untuk Pemilu 2014

Print
Ilustrasi. (Foto: istimewa)

Jakarta, Seruu.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) akhirnya resmi menganggarkan sebanyak 14 triliun rupiah untuk semua tahapan dan proses pemilu legislatif dan pemilu presiden.

Anggaran fantastis itu tersebut sudah termasuk untuk pemilu presiden putaran pertama sampai putaran kedua jika terjadi dua putaran.

Ketua KPU Husni Kamil Manik mengatakan, dari Rp 14 triliun tersebut, mayoritas penggunaan anggaran untuk honorarium dan biaya operasional badan penyelenggara adhoc seperti Panitia Pemilih Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), serta Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS).

"Kemudian dari struktur anggaran penyelenggaraan pemilu sekitar 59 persen itu adalah pembiayaan honorarium penyelenggara adhoc di tingkat kecamatan desa dan nanti di tingkat TPS," jelas Husni di Kantor KPU, Jakarta, Kamis (9/1/2014).

Dijelaskannya, anggaran untuk honorarium menjadi hal yang paling mendesak untuk segera dicairkan untuk membiayai para petugas KPU di lapangan tersebut. Sebab, waktu pemungutan suara tinggal tiga bulan lagi.

"Kami khawatir jika fasilitasi honorarium yang sifatnya adhoc tidak secara tepat waktu disalurkan itu sangat mengkhawatirkan apabila mereka tidak bekerja sebagaimana mestinya," jelas dia.

Adapun prosentase pagu anggaran rutin dan tahapan dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2014 berdasarkan pusat dan daerah atau kabupaten/kota, prosentasenya meliputi, pusat sebesar 13,95 persen, dan daerah sebesar 86,05 persen.

Berikut rincian kegiatan anggaran tahapan pemilu 2014 antara lain:

Pengadaan dan distribusi logistik pemilu sebesar Rp 3.703.629.777.000,-

Pelaksanaan tahapan pemilu: sosialisasi, fasilitas kampanye, akreditasi pemantau pemilu, updating data pemilih, pemungutan dan penghitungan suara (manual dan elektronik), rekapitulasi hasil pemilu, sumpah janji anggota DPR, DPD, dan DPDR serta pelaksanaan tahapan pemilu presiden dan wakil presiden putaran 1 dan putaran 2 sebesar Rp 2.483.315.527.000,-

Honorarium dan biaya operasional badan penyelenggara adhoc PPK, PPS,dan KPP sebesar Rp 8.342.605.361.000 atau 57,59 persen. Jika ditotal secara keseluruhan menjadi Rp 14.484.550.665.000 atau 14 triliun. [Simon]

Galeri Video

Galeri Foto

BURSA IKLAN BARIS

Table 'seruuco_2011.bursa_posts' doesn't exist