Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Iklan Baris Hari ini: Kamis, 29 Juni 2017 19:28
PEMILU 2014

Partisipasi Pemilu 2014 Turun

Print

Jakarta, Seruu.com - Partisipasi masyarakat dalam pemilihan umum 2014 menurun. Komisi Pemilihan Umum (KPU) sendiri, memberi target partisipasi tahun politik kali ini sebesar 75 persen.

"Jika acuannya pemilu-pemilu sebelumnya, keikutsertaan kali ini trennya turun," kata Ketua KPU, Husni Kamil Manik saat rapat kordinasi pelaksanaayan kegiatan tahan pemilu 2015 di Gedung KPU, Jakarta, Kamis, (9/1).

Jika acuannya adalah pesta demokrasi 2009, partisipasi pemilih memang lebih rendah, yakni pada pemilu legislatif sebesar 70,99 persen, dan pemilihan presiden sebesar 72,56 persen.

Akan tetapi, pada pemilu 2004 lalu, tingkat partisipasi jauh lebih besar, yakni 84,07 persen untuk pileg, dan 77,44 persen untuk pilpres. Pada pemilu awal reformasi, tingkat partisipasi pemilih jauh lebih tinggi, yakni 93,30 persen. "Ini memberi kita gambaran untuk sosialisasi pemilu harus lebih baik," ujar Husni.

Kata dia, sosialisasi pemilu tersebut, tak bisa dilakukan sendirian oleh KPU. Dalam pemaparannya, beberapa instansi, terkait pemilu juga perlu terlibat.

Kata dia, acuan Undang-undang (UU) Nomor 15 tahun 2011 memberikan tanggung jawab sosialasi yang sama kepada pemerintah daerah.

Bantuan sosialisasi juga diharap ada dari Kementrian Dalam Negeri, Kementerian Informasi dan Kementerian Luar Negeri untuk pemilih di luar negeri.

Gelaran pemilu 2014 diadakan selama dua periode. Periode awal adalah pemilihan legislatif untuk mengisi kursi DPR, DPD, DPRD Provinsi serta DPRD di tingkat Kabupaten dan Kota. Pileg terjadwal pada 9 April.

Untuk pemilih di luar negeri, pileg terjadwal pada 30 Maret sampai 6 April. Sementara untuk pemilihan presiden jatuh pada 9 Juli. [Rol]

Galeri Video

Galeri Foto

BURSA IKLAN BARIS

Table 'seruuco_2011.bursa_posts' doesn't exist