Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Iklan Baris Hari ini: Kamis, 27 Juli 2017 21:32
PEMILU 2014

PDIP Berharap Salah Cetak Surat Suara Tak Terulang

Print
Ilustrasi. (Foto: istimewa)

Surabaya, Seruu.com - PDI Perjuangan Jawa Timur mendesak Komisi Pemilhan Umum (KPU) melakukan proof offset atau proof cetak surat suara terlebih dahulu kepada partai di setiap tingkatan. Hal ini untuk mencegah terulangnya beberapa kasus salah cetak surat suara seperti yang terjadi pada Pemilu 2009 lalu.
 

Menurut Didik Prasetiyono, liaison officer (LO) PDI Perjuangan Jawa Timur untuk KPU Jatim, proof cetak adalah tahapan di mana semua pemangku kepentingan membubuhkan persetujuan kepada contoh cetakan sebelum dicetak massal.
 
"Proof cetak dilakukan dengan membubuhkan persetujuan wakil partai yang diberi mandat untuk memeriksa kualitas, baik susunan daftar calon anggota DPR/DPRD maupun kualitas warna cetakan agar tidak terjadi kesalahan," jelas Didik Prasetiyono di Surabaya, Rabu (11/12/2013).
 
Validasi surat suara ini, terang Didik, termasuk tahapan yang penting dalam Pemilu 2014. "PDI Perjuangan sangat berkepentingan agar kualitas Pemilu 2014 mengalami perbaikan dari pemilu-pemilu sebelumnya," tegasnya.
 
Dia lantas mencontohkan kasus terkait salah cetak surat suara. Seperti Pemilu 2009 lalu, yang menyisakan banyak cerita tentang salah cetak surat suara. Di antaranya, di Dapil III Kota Bandung, dimana kolom calon yang seharusnya memang dikosongi karena caleg tersebut mengundurkan diri, oleh percetakan diisi nomer di bawahnya.
 
Selain proof cetak, PDI Perjuangan juga minta KPU Jatim lebih berhati-hati saat proses pemindahan nama calon anggota DPR/DPRD dari DPT ke format cetak. Pemindahan ini berpotensi terjadi kesalahan, di antaranya adalah typo (salah ketik), baik nama, gelar maupun peletakan tanda baca titik koma.
 
Di fase pemindahan nama calon ke format cetak, tambah Didik, juga harus diperhatikan peletakan urutan caleg. "Segala potensi kesalahan akan memicu konflik yang tidak diperlukan, dan pada ujungnya pencetakan ulang akan memakan waktu dan biaya yang seharusnya tidak diperlukan," ujar dia.
 
Tidak kalah penting, imbuh Didik, adalah kualitas percetakan yang harus diperhatikan. Pada pemilu 2009 lalu, ungkapnya, terjadi di beberapa daerah pemililihan kualitas cetak sangat buruk. Akibatnya, warna PDI Perjuangan yang merah menjadi agak hitam sehingga posisi banteng moncong putih tidak terlihat mencolok lagi.
 
"Ini tidak boleh terulang lagi dengan alasan apapun," tandas Didik.

Pun huruf dan angka yang dicetak, juga diharapkan untuk tidak blur atau buram, agar pemilih bisa membaca dengan jelas. [Irm]

Galeri Video

Galeri Foto

BURSA IKLAN BARIS

Table 'seruuco_2011.bursa_posts' doesn't exist