Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Iklan Baris Hari ini: Senin, 24 Juli 2017 03:37
PEMILU 2014

75 Persen Pemilih Aktif Pemilu 2014 Target KPU

Print
Ilustrasi. (Foto: istimewa)

Jakarta, Seruu.com - Komisi Pemilihan Umum menargetkan partisipasi pemilih dalam memberikan suaranya pada pemilu 9 April 2014 mendatang, minimal sebesar 75 persen. KPU sendiri merasa jika angka tersebut cukup baik dengan acuan pemilu sebelumnya.

 

"Pemilu kemarin 2009 itu partisipasi pemilihnya 71 persen, dan pemilu besok kita targetkan 75 persen. Ya minimal lah harus sampai itu cukup baik," kata Komisioner KPU Arief Budiman di Kantor KPU, Jumat (6/12/2013).
Arief menjelaskan, guna mencapai angka tersebut KPU makin gencar melakukan sosialisasi dalam semua bidang, baik kalangan akademisi maupun kalangan-kalangan lainnya.

"Sudah kita masuk ke kampus, kalangan petani, kaum disabilitas, bahkan kelompok masarakat-masyarakat masjinal dengan seminar dan membagikan alat sosialisasi tahapan berbentuk tas dan kaos diantaranya," jelas dia.

Sosialisasi tersebut, Arief mengakui, salah satu hal untuk menekan angka golput dalam pemilu. Karena menurutnya, golput memang akan selalu ada dalam setiap pemilu.

"Ya golput memang selalu ada, itu karena mereka masyarakat kecewa terhadap peserta pemilu, bukan penyelenggara pemilu. Maka kita sosilasisasi pemilu ke semua sekmen kelompok masyarakat tadi itu," katanya.
Sementara itu, Komisioner KPU lainnya, yakni Ferry Kurnia Rizkiyansyah menambahkan, target KPU tersebut harus didukung oleh partisipasi masing-masing parpol. KPU berharap masa kampanye yang sangat panjang dimanfaatkan parpol untuk melakukan sosialisasi dan pendidikan politik kepada masyarakat.

"Upaya KPU untuk meningkatkan partisipasi pemilih sebesar 75 persen hanya dapai dicapai jika ada dukungan dari partai politik peserta Pemilu dan seluruh elemen masyarakat," kata Ferry.

"Serangkaian kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih yang dilaksanakan KPU akan memiliki efek yang besar jika diikuti dengan sosialisasi dan pendidikan politik yang maksimal dari peserta pemilu,” sambung Ferry.

Tugas KPU kata Ferry untuk memastikan bahwa semua warga Negara Indonesia (WNI) yang berhak memilih sesuai ketentuan undang-undang terakomodir dalam daftar pemilih tetap (DPT). Untuk meningkatkan motivasi pemilih data ke TPS, kata Ferry, tidak cukup mereka terdaftar sebagai pemilih dalam DPT dan mengetahui jadwal serta tata cara pemungutan suara.

"Kampanye dengan model pertemuan terbatas dan tatap muka itu efektif untuk menyakinkan pemilih. Di sana kan ada proses dialog. Itu mestinya dimanfaatkan secara maksimal oleh partai politik,” ujar Ferry.

Namun Ferry mengingatkan parpol yang akan melakukan kegiatan kampanye agar memperhatikan ketentuan kampanye sebagaimana diatur dalam peraturan KPU Nomor 1 Tahun 2013 yang sudah diubah dengan peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2013.

"Itu ada batasan jumlah peserta, harus diperhatikan betul. Jangan sampai niat untuk berkampanye tetapi kurang memperhatikan aturan akhirnya menjadi pelanggaran," demikian Ferry. [wishnu]

Galeri Video

Galeri Foto

BURSA IKLAN BARIS

Table 'seruuco_2011.bursa_posts' doesn't exist