Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Iklan Baris Hari ini: Selasa, 27 Juni 2017 14:13
PEMILU 2014

KPU Akui Sulit Perbaiki NIK

Print
Ketua KPU Husni Kamil Manik. (Dok. Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum Husni Kamil Manik mengaku sulit untuk memperbaiki nomor induk kependudukan invalid dalam daftar pemilih tetap. Dia mengatakan, pasca penetapan DPT, KPU telah berhasil memerbaiki 10,4 juta DPT yang dinyatakan NIK-nya invalid. Hasilnya, menurut Husni, KPU optimis 60-65 persen NIK invalid dapat diperbaiki, namun 35-40 persen sulit diperbaiki.

"Dari perbaikan yang dilakukan paska penetapan DPT pada 4 November lalu, sekitar 60 persen DPT yang NIKnya invalid telah diperbaiki. Namun sisanya sekitar 40 persen sulit diperbaiki," kata Ketua KPU Husni Kamil Manik dalam rapat dengar pendapat di Komisi II DPR, Senin (2/12/2013).

Kesulitan memerbaiki 40 persen DPT yang dinyatakan NIKnya belum sesuai dengan lima variabel sesuai UU Pemilu, menurut Husni, salah satunya karena KPU sulit mendapatkan NIK pemilih yang berada di lembaga pemasyarakatan/rutan.

"Pemilih di rutan tidak membawa dokumen kependudukan dan manajemen rutan tidak mampu memberikan informasi NIK saat dilakukan verifikasi. Jumlah pemilih di rutan diperkirakan 5 hingga 7 persen dari pemilih dengan NIK tidak valid," ujarnya.

Selain itu Husni melanjutkan, KPU juga kesulitan dalam menemukan NIK pada pemilih pemula yang belum memiliki KTP yang sedang belajar. Misalnya bagi pelajar di pesantren, asrama mahasiswa, maupun seminari di luar kota. "Jumlahnya mencapai 3-5 persen dari pemilih NIK invalid," katanya.

Kemudian, Husni menambahkan, KPU juga menemukan permasalahan  di lapangan cukup banyak pemilih yang tidak memiliki identitas kependudukan. "Mereka tidak punya identitas sama sekali, baik KTP maupun KK (Kartu Keluarga). Mayoritas pemilih ini ditemukan di wilayah grey area, jumlahnya 10 persen dari pemilih NIK invalid," demikian dia. [wishnu]

Galeri Video

Galeri Foto

BURSA IKLAN BARIS

Table 'seruuco_2011.bursa_posts' doesn't exist