Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Iklan Baris Hari ini: Kamis, 29 Juni 2017 19:35
PEMILU 2014

Ketum PDS Miliki KTA PAN

Print
Partai Damai Sejahterah (istimewa)

Jakarta, Seruu.com - Setelah tidak lolos Partai Damai Sejahterah (PDS) mengikuti Pemilu 2014, Ketua Umum DPP PDS Denny Tewu tanpa sepengetahuan pengurus DPP PDS meninggalkan partai, dan memilih untuk sekolah di Amerika Serikat memperdalam ilmu ekonomi. Namun, kepergian DT, sebutan nama Denny Tewu, menimbulkan  kekisruhan di jajaran insternal DPP PDS, dengan menunjuk Ketua DPW PDS Sulawesi Utara, Arthur Kotambunan  sebagai Pelaksana langsung harian (PLH).

"Tentu ini mengagetkan para jajaran DPP PDS, pergantian tanpa sepengetahuan DPP lainnya," ujar Ketua Bidang Politik DPP PDS Otoli Zebua, dalam keterangan persnya kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (23/11).

Hadir jajaran DPP diantaranya, Ketua Penasehat DPP PDS Bonar Simangunsong, Sekretaris Jenderal Sahat HMT Sinaga, dan Wakil Sekretaris Jenderal Rustika Sianturi.

Lebih lanjut, Otoli mengemukakan, perhantian dengan istilah PLH tidak ada di AD/ART PDS, dan Undang-Undang Partai Politik. "Seharusnya jabatan itu dengan istilah Pejabatan (PJ) Ketua, dan bila mengganti ketua umum tidak asal main ganti, atau sesuka-sukanya, akan tetapi melalui mekanisme organisasi partai, yaitu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub),"tegas Otoli.

Dia juga mempertanyakan, keabsahan Arthur Kotambunan, apakah masih menjadi kader PDS atau PAN. Pasalnya, Artur semenjak PDS tidak lolos menjadi peserta Pemilu 2014, dia hengkang dari PDS ke Partai PAN. “Diberbagai koran di Manado, Artur berkali-kali mengatakan dirinya tidak lagi sebagai anggota PDS, dan sudah keluar dari PDS. Kartu Tanda Anggota (KTA) PAN yang atas namanya menunjukan dirinya,  sudah bukan kader PDS.Ini sudah melabrak AD/ART PDS,"ujar Otoli.

Dia mengatakan, Arthur juga main pecat Sekretaris Jenderal PDS Sahat Sinaga, dan lagi-lagi melabrak AD/ART, dan Undang-Undang Partai Politik.  

Di tempat yang sama, Sekjen PDS Sahat Sinaga, meragukan keabsahan Arthur Kotambunan sebagai PLH Ketua Umum DPP PDS. "Kepemimpinan PLH Arthur Kotambunan pada dasarnya tidak melewati Munaslub, padahal hal tersebut  tidak berlaku diparpol, Arthur menjadi PLH Ketua Umum DPP PDS jelas sudah melanggar AD/ART Partai,” ujarnya.

Sahat mengatakan, beberapa anggota DPRD PDS diberbagai daerah resah, atas ulah Arthur cs, yang melakukan upaya pergantian antar waktu (PAW) beberapa anggota DPRD.  "Di Medan gara-gara main PAW anggota DPRD Kota dari PDS dengan sembarangan kini dibawah kasusnya ke pengadilan, dan ini harus bisa ditunjukan oleh orang yang mengaku DPP PDS atau kuasa hukum PDS di pengadilan, dan saya sebagai Sekjen akan di minta ketarangan di pengadilan PTUN nantinya,"ujar Sahat.

Sahat menegaskan, sampai saat ini tidak ada DPP PDS menunjuk kuasa hukum. “Dan saya masih penanggung jawab organisasin di PDS, “ujarnya.

Dia mengemukakan, semenjak  keputusan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) PDS, Februari 2013 di Hotel Acacia, Jakarta,  memutuskan, bila tidak lolos mengikuti Pemilu 2014, maka para keder-kader partai dipersilahkan untuk mengekspresikan saluran politiknya ke 12 Parpol peseta Pemilu.

"Jadi tidak ada keputusan Rapimnas DPP melakukan PAW terhadap anggota DPRDnya bila maju menjadi caleg melalui parpol peserta pemilu lain, asal loyal terhadap PDS, dan masih memenuhi kewajibanya terhadap partai. Apalagi, Keputuan MK yang membolehkan partai yang tidak lolos Pemilu untuk maju jadi caleg tidak akan terjadi PAW,"tukasnya.

Sahat mempertanyakan, pemecatan terhadap Ketua DPW PDS Sumatera Utara Toga Sianturi dengan menunjuk, Jose Silitonga sebagai Ketua PLH DPW PDS Sumut sangat dipertanyakan. "Selama ini pak Toga tidak pindah partai, dan juga dipelakukan sewenang-wenang, dan Jose itu siapa dan saya sampai saat ini Sekjen PDS,"ujarnya.

Dan, untuk mengakhiri kekisruhan ini, Sahat menegasakan,PDS rencananya akan menggelar Munaslub. " Soal waktu dan tempat nanti akan segera kami kabari," demikan Sahat.
[Sm]

Galeri Video

Galeri Foto

BURSA IKLAN BARIS

Table 'seruuco_2011.bursa_posts' doesn't exist