Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Iklan Baris Hari ini: Kamis, 29 Juni 2017 19:28
PEMILU 2014

Pengamat Sebut Sistem Pemilu di Indonesia Kacau

Print
Pipit Rochijat Kartawidjaja. (Foto: Yudi/Seruu.com)

Surabaya, Seruu.com -  Ahli Matematika Pemilu, Pipit Rochijat Kartawidjaja melihat sistem Pemilu di Indonesia saat ini sangat kacau dan rawan kecurangan. Hal ini disebabkan pelaksanaan Pemilu nantinya bersamaan dengan Pileg maupun Pilpres.

Seharusnya dipisah dan untuk mengontrolnya akan lebih baik. Bisa jadi nantinya kalau ini bisa dikontrol Pemilu dalam 5 tahun itu bisa digelar 3 kali - Pipit Rochijat Kartawidjaja

"Seharusnya dipisah dan untuk mengontrolnya akan lebih baik. Bisa jadi nantinya kalau ini bisa dikontrol Pemilu dalam 5 tahun itu bisa digelar 3 kali," terangnya saat di Surabaya, Kamis (21/11/2013).

Menurut Pipit, idealnya dalam Pemilu harusnya ada Parpol lokal dan parpol nasional."Ada Parpol nasional dan lokal dan nantinya harus ada pemilu tiga kali yaitu untuk parpol nasional,parpol lokal dan pilpres,"sambungnya.

Tak hanya itu, kata Pipit, Partai lokal juga berpeluang untuk menjadi partai nasional jika memenuhi beberapa persyaratan yang diberlakukan." Nanti ada syarat-syarat misalnya bisa merengkrut berapa kursi. Tak hanya itu di parlemen juga ada parpol minoritas. Ini ideal banget,"sambungnya.

Ketika ditanya soal pemborosan anggaran, Pipit buru-buru mengatakan bahwa untuk pemilu lokal yang melibatkan pemilihan parpol lokal tentunya akan ditanggung oleh APBD masing-masing daerah.

"Katanya otonomi daerah dan tentunya mampu untuk menggelar pemilu lokal,"pungkasnya. [Yud]

Galeri Video

Galeri Foto

BURSA IKLAN BARIS

Table 'seruuco_2011.bursa_posts' doesn't exist