Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Iklan Baris Hari ini: Kamis, 29 Juni 2017 19:29
PEMILU 2014

Elektabilitas ARB Sulit Tembus Angka Dua Digit

Print
Calon presiden Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) -- Dok. Seruu.Com

Jakarta, Seruu.com - Menjelang Rapimnas Partai Golkar, elektabilitas Aburizal Bakrie (ARB) sebagai calon presiden cenderung stagnan. Wacana untuk membuka peluang munculnya capres alternatif dari internal Partai Golkar pun perlu digulirkan. Menurut survei terbaru Lembaga Klimatologi Politik (LKP), elektabilitas ARB sebagai capres sulit menembus angka dua digit. Pada survei terakhir LKP elektabilitas ARB masih terpaku di angka 9,2 persen.

Menyikapi hal demikian, beberapa bulan terakhir berkembang wacana untuk mengevaluasi pencapresan ARB oleh Partai Golkar. Sejumlah tokoh senior Partai Golkar seperti Jusuf Kalla dan Akbar Tandjung, bahkan nama Priyo Budi Santoso mulai dimunculkan.

"Bahkan dari kalangan pembaharu muncul wacana mengenai perlunya Golkar berani memunculkan capres alternatif baik dari kalangan senior maupun kalangan muda," kata CEO LKP Usman Rachman saat konferensi pers di Jakarta, Minggu (16/11/2013).

Usman menuturkan, sebagai partai besar dengan perjalanan politik yang panjang, Golkar tidak kekurangan kader yang dapat dimunculkan sebagai capres alternatif, baik dari tokoh senior maupun kalangan muda. Bahkan, kata dia, jika Golkar berani mengambil tokoh berintegritas dari luar partai, publik dia pastikan akan lebih mengapresiasi. "Daripada memaksakan tokoh internal tapi tidak laku dijual," ujar dia.

Meski ARB gencar melakukan iklannya di televisi miliknya, hal itu lantas tidak mampu membuat elektabilitasnya meningkat. Berdasarkan temuan LKP, asosiai publik ketika mendengar nama ARB ternyata lebih banyak dikenal sebagai seorang pengusaha nasional (36,5 persen), dan sebagai capres (34,9 persen), ketimbang Ketua Umum Golkar (19,9 persen). Dengan kata lain, nama ARB kurang melekat pada posisinya sebagai Ketua Umum Golkar.

"Sehingga banyak simpatisan Golkar sendiri yang tidak memiliki ARB sebagai capres," ucap Usman.

Survei elektabilitas capres Golkar ini, dilakukan pada 1 hingga 10 November 2013. Survei dilakukan di  34 provinsi terhadap  seluruh 1070, dengan metode multistage random sampling dengan margin eror tiga persen, dan tingkat kepercayaan 96 persen. [wishnu]

Galeri Video

Galeri Foto

BURSA IKLAN BARIS

Table 'seruuco_2011.bursa_posts' doesn't exist