Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Iklan Baris Hari ini: Minggu, 25 Juni 2017 21:06
PEMILU 2014

KPU Klaim Telah Validisasi 3 Juta Pemilih yang Belum Punya NIK

Print
Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

Jakarta, Seruu.com - Komisi Pemilihan Umum KPU mengklaim telah memvalidasi sekitar 3 juta pemilih yang belum memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebelum penetapan Daftar Pemilih Tetap Nasional, pada Senin 4 November.

Anggota KPU Ferry Kurnia Rizkiansyah menyatakan sebelum melakukan rapat pleno rekapitulasi pentapan DPT pada Senin (4/11) lalu, KPU Pusat telah menggelar rapat dengan seluruh KPU Provinsi di Indonesia. Dalam rapat tersebut, KPU Pusat meminta KPU Provinsi untuk mengisi form tentang laporan hasil penelusuran dan penyisiran data pemilih tidak memiliki NIK.

"Nah KPU Provinsi semuanya dikumpulkan di KPU Pusat dalam rangka pleno, di situ kami berikan form kepada KPU Provinsi untuk mengisi berapa NIK yang telah ditelusuri oleh temen-temen di daerah," kata Anggota KPU Ferry Kurnia Rizkiansyah saat dihubungi, Jumat(8/11/2013).

Ferry menegaskan untuk penelusuran dan penyisiran data Pemilih sudah dilakukan jauh sebelum penetapan DPT Nasional. Karena itu, lanjut Ferry, saat KPU Pusat menyatakan pada Rabu (5/11) telah validasi sebanyak 3,2 juta NIK pemilih, itu bukan hasil proses yang hanya satu hari sejak penetapan DPT Nasional.

"Jadi sebelum tanggal 4 (November) itu. Kemudian setelah kita kalkulasikan dan kompilasi semua ada 3,2 juta yang sudah diupayakan ada NIK-nya di daerah. Jadi sisanya tinggal 7,1 juta pemilih yang belum memiliki NIk," katanya.

Namun demikian, Ferry menyatakan, pada penetapan DPT Nasional kemarin memang data tersebut belum selesai terekap semua, karena sedang dalam proses. Sehingga dalam penetapan DPT Nasional masih dimasukan 10,4 juta pemilih yang tidak memiliki NIK.

"Itu masih direkap oleh temen-temen KPU Provinsi kemarin. Jadi saat penetapan DPT Nasional, kita masih menganggap 10,4 juta," pungkas Ferry.

Sebelumnya, Lingkar Madai atau LIMA mendesak KPU untuk menjelaskan tentang pembersihan dan penelusuran DPT terkait adanya 10,4 juta data pemillih yang tidak memiliki NIK. Pasalnya, KPU dalam jangka waktu yang relatif singkat mengklaim bahwa kini hanya tinggal sekitar 7 juta saja.

"Aneh, dalam waktu satu hari KPU bisa menghilangkan data 3 juta pemilih tidak memiliki NIK. Bagaimana proses verifikasi dan validasinya?" kata Direktur Eksekutif LIMA, Ray Rangkuti di gedung KPU, Kamis (7/11/2013).

Menurut Ray, jika KPU telah menemukan 3 juta NIK yang sesuai dari 10,4 juta pemilih itu sebelum DPT ditetapka pada Senin (4/11), disesalkan mengapa dalam rapat pleno rekapitulasi tersebut, KPU tidak mengungkapkannya. [Simon]

Galeri Video

Galeri Foto

BURSA IKLAN BARIS

Table 'seruuco_2011.bursa_posts' doesn't exist