Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Iklan Baris Hari ini: Minggu, 25 Juni 2017 21:00
PEMILU 2014

Said Iqbal Bantah Nyaleg

Print
Said Iqbal. (Foto: Istimewa)

Jakarta, Seruu.com - Presiden Konfederasi Serikat Buruh Indonesia (KSPI) Said Iqbal membantah maju sebagai calon legislatif DPR dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada pemilu 2014 mendatang, meskipun pada pemilu 2009 ia maju sebagai caleg PKS untuk daerah pemilihan Kepulauan Riau dengan nomor urut 2.

Hal itu dikemukakan oleh adik kandung Said Iqbal, Said Salahudin saat dikonfirmasi terkait beredarnya isu di media sosial bahwa Presiden KSPI Said Iqbal maju sebagai Caleg PKS. Untuk lebih lanjut klik link ini https://mobile.twitter.com/Sarah_Pnd/status/397363697913327616/photo/1.

"Said Iqbal tidak pernah menjadi anggota parpol manapun sejak lahir. Namun, benar Iqbal adalah caleg DPR RI dapil Kepulauan Riau dari PKS pada Pemilu 2009 dengan persyaratan menjadi caleg pada Pemilu 2009 berbeda dengan syarat caleg pemilu 2014," kata Said Salahudin saat dihubungi, Selasa (5/11/2013) kemarin.

Said Salahudin yang juga Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) ini menjelaskan, Pemilu 2009 tidak mewajibkan caleg menjadi anggota parpol yang mengusulkannya, sedangkan Pemilu 2014 caleg wajib menjadi anggota parpol bersangkutan.

"Kesertaan Iqbal menjadi caleg 2009 adalah mewakili unsur buruh, dan bukan mewakili anggota PKS," jelasnya.

Selain tidak diwajibkan menjadi anggota PKS, lanjut Said, keinginan Said Iqbal menjadi caleg pada saat itu karena dia diminta oleh buruh di Kepri untuk memperjuangkan aspirasi kaum buruh melalui jalur parlemen. Pasalnya, ungkap Said, sebagai bukan orang Kepri, pada saat itu Iqbal justru menjadi caleg yang paling banyak dicoblos pemilih di dapilnya.

"Namun karena Iqbal ditempatkan di nomor urut 2, maka yang menikmati hasil dari suara yang diperolehnya justru caleg nomer 1 dari PKS," ujarnya.

Dia pun mengakui bahwa pada pemilu 2009 sudah menggunakan sistem suara terbanyak di dapil untuk duduk di parlemen. Namun, Said menjelaskan suara terbanyak itu ada dua pengertiannya. Pertama, terbanyak yang memenuhi Bilangan Pembagi Pemilih (BPP) dan kedua terbanyak yang belum memenuhi BPP.

Di Dapil Said Iqbal ketika itu, tutur Said, tidak ada caleg memperoleh suara terbanyak yang memenuhi BPP. Hanya Said Iqbal yang memperoleh suara terbanyak, tapi belum memenuhi BPP. Sehingga,  perhitungannya tetap akan dihitung berdasarkan perolehan suara parpol. "Pada 2009 PKS mendapat kursi di dapil Kepri ya karena kontribusi suara Iqbal itu. Pada pemilu-pemilu sebelumnya, PKS tidak pernah dapat kursi di dapil Kepri," ungkapnya.

Said juga mengakui, pada Pemilu 2014, Said Iqbal kembali ditawari oleh banyak parpol untuk menjadi caleg, tetapi dia menolaknya. Pasalnya, kata Said, salah satu dasar penolakannya adalah karena ada kewajiban bagi caleg untuk menjadi anggota parpol yang bersangkutan. "Sejatinya Iqbal tidak alergi pada politik, karena dalam sejarahnya, kaum buruh memang berpolitik dengan membentuk partai," tegasnya.

Said menambahkan, itulah praktiknya diberbagai dunia. Sehingga itu menjadi hal yang sangat wajar. "Lihatlah betapa banyaknya pemimpim dunia yang menjadi Presiden, Perdana Menteri, dan menduduki jabatan strategis berasal dari kaum buruh. Mereka berpolitik untuk tujuan memperjuangkan aspirasi kaum pekerja," tandasnya. [wishnu]

Galeri Video

Galeri Foto

BURSA IKLAN BARIS

Table 'seruuco_2011.bursa_posts' doesn't exist