Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Iklan Baris Hari ini: Kamis, 29 Juni 2017 19:30
PEMILU 2014

Malik: Pemilu di Indonesia Belum Berikan Hasil Positif

Print
Ilustrasi (Istimewa)

Jakarta, Seruu.com - Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Abdul Malik Haramain berpendapat bahwa pemilu yang dilakukan di Indonesia merupakan demokrasi prosedural yang sekedar menggelar election atau pemilihan kepala negara dan pemerintahan baru. Malik mengungkapkan, pemilu yang menjadi agenda rutin tahunan ini belum dapat menyentuh substansi sebuah pemilihan yang dapat memberikan hasil positif.
 

"Pemilu yang sudah kita lakukan pasca Orde Baru kita sudah melakukan namun secara substansi kurang," kata Malik dalam diskusi yang digelar oleh Jaringan Aktifis Pro Demokrasi (ProDem), Revitalisasi Semangat Sumpah Pemuda 85 Tanun dengan tema 'Tantangan dan Kualitas Pemilu 2014' di Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (31/10/2013).

Dia mengatakan, demokrasi di Indonesia telah menapaki babak baru dan bertransformasi kearah demokrasi yang lebih baik. Hal tersebut ditandai dengan adanya alat-alat kelengkapan Pemilu yang dan aturan mengenai kepemiluan.

"Kita punya UU Pemilu, UU Penyelenggara Pemilu, UU Parpol, UU Pilpres no. 42, jadi kita sudah punya  aturan-aturan yang lebih mengikat," ujarnya.

Sebuah Pemilu tidak boleh dilakukan sendiri oleh penyelenggara Pemilu yaitu Komisi Pemilihan Umum (KPU), menurutnya KPU masih perlu diawasi kinerjanya oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) serta di buatlah Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) sebagi pengatur kode etik anggota penyelenggara Pemilu.

"Kita tidak boleh memberikan sepenuhnya kepada KPU sebagai penyelenggara Pemilu sehingga dibutuhkan Bawaslu dan DKPP. Bawaslu sebagai pengawas dan DKPP mengatur kode etik," ujar politikus PKB ini.

Lebih lanjut Malik mengamati kondisi saat ini, bahwa di mana masyarakat sedang mengalami situasi tidak percaya kepada Legislatif, Eksekutif dan Yudikatif. "Karena masyarakat tidak menilai tidak ada hasil positif dari Pemilu," ungkapnya.

"Tidak ada harapan dari lembaga-lembaga tersebut, namun perlu diperbaiki dari lembaga-lembaga tersebut sehingga mengembalikan kepercayaan kembali kepada masyarakat," sambungnya.

Meski begitu, Malik berharap masyarakat tidak anti dengan partai politik, karena bagaimana juga partai merupakan saran kendaraan dalam meggelar pemilu yang demokratis. Dirinya menyatakan masyarakat boleh tidak menyukai salah satu partai bahkan ingin membubarknya, namun jangan anti dengan semua partai karena demokrasi tidak akan berjalan.

"Kalau masyarakat sampai anti Parpol berarti sudah anti demokrasi sehigga jangan sampai masyarakat anti dengan Parpol," tandasnya. [wishnu]

Galeri Video

Galeri Foto

BURSA IKLAN BARIS

Table 'seruuco_2011.bursa_posts' doesn't exist