Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Iklan Baris Hari ini: Jumat, 28 Juli 2017 03:46
PEMILU 2014

Ini Dia, Empat Celah Potensi Kecurangan Pemilu 2014

Print
Ilustrasi (Istimewa)

Jakarta, Seruu.com - Kesiapan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara Pemilu yang diharapkan nantinya berlangsung jujur, adil dan transparan dianggap belum maksimal seiring ditemukannya Daftatar Pemilih Tetap (DPT) yang tidak valid oleh Bawaslu di berbagai daerah.
 

Selain penyusunan DPT, sisi pengamanan Pemilu juga yang sangat penting. Pengamanan Pemilu harus dapat menjamin sterilnya Pemilu dari tindakan manipulasi data dan hasil pemilu. Oleh karena itu, pengamanan Pemilu jangan dianalogikan sebagai sesuatu yang rahasia dan tertutup bagi pihak-pihak di luar KPU. Sikap seperti ini jelas bertentangan dengan demokrasi, namun  pengamanan pemilu tidak dapat dilepaskan dari prinsip transparansi.

“Pengamanan Pemilu jangan dianalogikan dengan rahasia, tetapi pengamanan Pemilu harus diartikan sebagai transparansi yang terbebas dari manipulasi. Oleh karena itu, sangat tidak masuk akal apabila KPU bekerja sama dengan Lemsaneg dalam hal pengamanan Pemilu 2014 ”, sebut Ketua Forum Akademisi IT (FAIT), Hotland Sitorus.

Menurut Hotland Sitorus, setidaknya terdapat empat celah potensi kecurangan pada Pemilu 2014 yang akan datang. Keempat celah tersebut
adalah, celah administratif, celah teknologi (hardware/software), celah campur tangan manusia, dan celah regulasi (aturan).

“Adanya temuan e-ktp bermasalah dan DPT yang tidak valid mengindikasikan kuatnya celah kecurangan secara administratif. Dikaitkan dengan proses pembuatan e-ktp, maka perlu dipertanyakan, adakah mekanisme pengawasan pembuatan e-ktp yang dapat memastikan bahwa e-ktp yang tercetak jumlahnya sesuai dengan yang berhak mendapatkannya. Hal ini sangat berhubungan apabila dikaitkan dengan putusan MK pada Pemilu 2009 lalu, yang memperbolehkan penggunaan KTP bagi yang tidak tercantum di DPT. Jadi sangat jelas benang merahnya dan sangat potensial disalahgunakan pada Pemilu 2014 nanti," Hotland Sitorus, dalam keterangan pers kepada Seruu.Com, Senin (21/10/2013)

“Celah kedua adalah, penyalahgunaan teknologi (software/hardware). Untuk penggunaan teknologi ini, FAIT berharap agar Komisi Dua DPR-RI
menginstruksikan agar perangkat teknologi yang digunakan KPU divalidasi sebelum digunakan pada Pemilu 2014 nanti," lanjutnya.

Sementara itu, celah ketiga menurutnya adalah adanya campur tangan penyelenggara pemilu yang dapat menyelahgunakan kekuasaannnya dalam menentukan hasil pemilu. Sedangkan, celah keempat adalah terkait dengan regulasi yang dikeluarkan oleh lembaga negara seperti MK dan KPU, sehubungan dengan penyelenggaraan Pemilu 2014.

Terkait hal ini, Sekjen FAIT Jenner Simarmata menyerukan pada seluruh elemen bangsa agar bersama-sama mengawasi Pemilu 2014 yang akan datang. Pihaknya juga mengaku siap bergandeng tangan dengan lembaga terkait dalam pengawala proses demokrasi ini.

“Kami sedang mempersiapkan usulan-usulan yang berhubungan dengan teknis pengawasan Pemilu 2014. Sesegera mungkin, kami akan menyampaikannya kepada Komisi dua DPR-RI," kata Janner. [nurholis]

Galeri Video

Galeri Foto

BURSA IKLAN BARIS

Table 'seruuco_2011.bursa_posts' doesn't exist