Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Iklan Baris Hari ini: Kamis, 27 Juli 2017 21:30
PEMILU 2014

Jokowi dan Prabowo Cuma Capres Wacana

Print
Jokowi dan Prabowo (istimewa)

Jakarta, Seruu.com - Partai Golkar, PDIP, dan Partai Demokrat menjadi partai urutan teratas dengan perolehan suara berturut-turut versi Lingkaran Survei Indonesia. Sesuai dengan UU Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, untuk dapat mengusulkan capres dan cawapres, parpol harus memenuhi syarat minimal suara sah nasional 25 persen atau 20 persen kursi DPR.

Kini DPR telah menyepakati bahwa aturan syarat minimal pencapresan tidak berubah, jika tidak berubah, maka pola pencapresan di pemilu 2014 tidak akan berbeda jauh dengan pemilu 2009. Dalam indeks capres 2014 yang dibuat LSI, maka akan hanya ada 3 nama capres riil, yakni Aburizal Bakrie (Golkar dan koalisinya), Megawati (PDIP dan koalisinya), dan pemenang konvensi Partai Demokrat.

Menurut LSI, meski nama Joko Widodo dan Prabowo Subianto tinggi elektabilitasnya, itu hanya akan menjadi capres wacana karena masih tergantung pada kebaikan hati atau dukungan tokoh partai di luarnya. Gerindra, dalam beberapa survei LSI masih di bawah 10 persen dan di bawah tiga partai besar. Elektabilitas Prabowo pun belum mampun dikonversikan menjadi elektabilitas partai.

"Jika melihat pengalaman pemilu 2009, kehendak kuat Prabowo untuk bertarung dalam pilpres 2009 akhirnya sirna. Prabowo akhirnya tunduk pada "real politics" dan bergabung dalam poros PDIP menjadi wakil Megawati," kata Peneliti LSI Adjie Alfaraby saat konferensi pers "Indeks Capres Pemilu 2014: Capres Riil Versus Capres Wacana" di Kantor LSI, Jakarta Timur, Minggu (20/10/2013).

Jokowi pun mengalami hal yang sama, maju tidaknya Jokowi dalam bursa capres 2014 sangat bergantung pada keputusan PDIP ataupun keputusan Ketua Umum Megawati. Kata Adjie, Jokowi bukanlah pemimpin struktural PDIP, meskipun memiliki elektabilitas yang tinggi, maju tidaknya Jokowi dalam pilpres masih menyisahkan perbedaan pendapat di internal PDIP.

LSI sendiri melihat, ada kelompok yang menginginkan Jokowi maju sebagai capres karena elektabilitasnya yang tinggi. Adjie mengatakan majunya Jokowi oleh kelompok ini diyakini mendongkrak elektabilitas PDIP dan membalikkan PDIP yang selama ini hanya menjadi partai oposisi menjadi partai penguasa.

Namu, ada juga kelompok lain yang masih tetap menginginkan Megawati sebagai capres. "Mereka umumnya adalah tokoh-tokoh penting atau pengurus struktural PDIP yang sejak lama menjadi bagian dari sejarah panjang perjuangan partai dan memiliki kedekatan dengan Megawati," ujar Adjie.

Oleh karenanya, suka atau tidak suka, majunya Jokowi dan Prabowo masih wacana belaka. Kedua tokoh ini belum bisa dimasukkan sebagai capres riil yang akan bertarung dalam pilpres 2014 mendatang. "Keduanya sangat tidak mungkin dapat tiket capres 2014," katanya. [wishnu]
 

Galeri Video

Galeri Foto

BURSA IKLAN BARIS

Table 'seruuco_2011.bursa_posts' doesn't exist