Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Iklan Baris Hari ini: Sabtu, 10 Desember 2016 00:25
PEMILU 2014

Diperlukan Koordinasi Lebih Intensif Antar Penyelenggara Pemilu

Print
Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

Jakarta, Seruu.com - Anggota Komisi II DPR RI Chairun Nisa meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Direktorat Jenderal Kependudukan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri untuk lebih berkoordinasi secara lebih intensif dalam rangka sinkronisasi data pemilih.

“Perlu koordinasi secara masif antar penyelenggara pemilu untuk memastikan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2014 yang akurat,” kata Nisa di Gedung DPR, Senayan (29/08/2013).

Menurut Nisa, temuan Bawaslu yang menyebutkan beberapa trend kondisi data yang tidak rasional perlu dicermati.

Trend tersebut, kata Nisa, adanya kenaikan dan penurunan jumlah pemilih dari Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) ke Daftar Pemilih Sementara (DPS) di daerah-daerah tertentu, misalnya terjadi di Kabupaten Pandeglang dan Kota Tangerang Provinsi Banten.

Lebih lanjut diterangkan Nisa, dari 35 Kecamatan di Kabupaten Pandeglang yang dilakukan analisis terhadap data DP4 dan DPS, Bawaslu menemukan kenaikan jumlah pemilih sebanyak 104.386 pemilih atau 13,00% dari DP4.

“Di Kecamatan Cikeusik, terjadi kenaikan jumlah pemilih di DPS mencapai 16.910 pemilih atau 67,00%,” terang Nisa.

Sementara, dari 13 Kecamatan di Kota Tangerang yang dilakukan analisis terhadap data DP4 dan DPS, Bawaslu menemukan penurunan jumlah pemilih sebanyak 50.417 pemilih atau 3,9% dari DP4.

“Di Kecamatan Neglasari, terjadi penurunan jumlah pemilih di DPS mencapai 22.560 pemilih atau 23,1%,” katanya.

Trend kondisi data yang tidak rasional sebagaimana terjadi di dua daerah tersebut, menurut Nisa tidak menutup kemungkinan akan terjadi juga di daerah-daerah lain. Padahal, berdasarkan jadwal KPU, penetapan DPT tingkat Kabupaten/Kota tanggal 7-13 September.

Karena itu, adanya temuan Bawaslu tersebut, Nisa meminta KPU dan Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri untuk menyandingkan sistem dan data pemilih sehingga daftar pemilih tetap (DPT) benar-benar akurat.

“Dengan data yang akurat, akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga penyelenggara pemilu,” pungkas politisi Partai Golkar ini. [Irm]

Galeri Video

Galeri Foto

BURSA IKLAN BARIS

Table 'seruuco_2011.bursa_posts' doesn't exist