Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Iklan Baris Hari ini: Sabtu, 10 Desember 2016 02:19
PEMILU 2014

Pemilu 2014, Nasib PDIP di tangan Jokowi

Print
Joko Widodo atau Jokowi (Dok. Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com - Pengamat Politik Universitas Indonesia (UI), Iberamsjah berpandangan, nasib Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ke depannya akan sangat ditentukan dengan faktor Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo.

Kalau hasil survei itu benar dan tidak ada manipulasi bahwa Jokowi capres yang paling potensial, maka Jokowi akan menjadi penentu nasib PDI Perjuangan pada masa datang --- Iberamsjah

Kata Iberamsjah, kalau saja PDI Perjuangan memberikan ruang kepada Jokowi untuk maju sebagai capres 2014, maka besar kemungkinan PDI Perjuangan akan kembali menjadi partai penguasa pada periode 2014-2019. Namun jika tidak memberikan ruang kepada Jokowi, maka sudah dipastikan posisi PDI Perjuangan ke depan akan menjadi oposisi seperti tahun ini.

"Kalau hasil survei itu benar dan tidak ada manipulasi bahwa Jokowi capres yang paling potensial, maka Jokowi akan menjadi penentu nasib PDI Perjuangan pada masa datang," kata Iberamsjah saat dihubungi wartawan, Selasa (20/8/2013).

Selain itu, jika PDI Perjuangan tidak memberikan rekomendasi capres kepada Jokowi, juga dipastikan akan banyak partai politik maupun para calon presiden dan wakil presiden lainnya yang akan mendekati Jokowi, dengan menggadengnya sebagai capres maupun cawapres.

Sementara, menurutnya, secara psikologis Jokowi dinilai tidak akan melewatkan kesempatan sekali seumur hidupnya untuk bisa maju sebagai capres, dan akan meninggalkan PDI Perjuangan demi tujuan tersebut.

"Parpol yang sudah menetapkan calon presidennya saat ini terutama yang bukan berasal dari Jawa akan berusaha untuk mendekati Jokowi bagaimanapun caranya. Mereka tentunya memperhitungkan sekali popularitas Jokowi. Parpol maupun capres yang tidak berhasil menggandeng Jokowi terutama yang kecil-kecil akan berpikir pragmatis untuk tetap eksis dan bergabung bersama mereka," imbuhnya.

Masih kata Iberamsjah, seharusnya PDI Perjuangan belajar dari kekalahan pada Pemilu 2004 ketika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang saat itu menjadi anak buah Presiden Megawati Soekarno Putri yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan mendirikan Partai Demokrat dan mengalahkan Megawati yang notabene adalah atasannya saat itu.

Karena itu Jokowi menurutnya juga akan bersikap sama seperti SBY jika tidak mendapatkan 'restu' dari Megawati. Bahkan tegas dia, Jokowi juga akan meninggalkan Prabowo yang juga akan maju sebagai capres dan telah mendukungnya menjadi Gubernur.

Kondisi ini menurutnya bukan tidak diketahui oleh PDI Perjuangan maupun Megawati selaku Ketua Umum. Kondisi ini juga menjadi dilema untuk Megawati serta PDI Perjuangan, dan pasti akan menimbulkan perpecahan di internal PDI Perjuangan.

"Tentunya para pendukung setia Megawati tidak akan suka jika Jokowi mengambil posisi capres dari Megawati, terlebih bisa dikatakan Jokowi adalah kader baru di PDI Perjuangan dan belum berkeringat," tandasnya. [wish]

Galeri Video

Galeri Foto

BURSA IKLAN BARIS

Table 'seruuco_2011.bursa_posts' doesn't exist