Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Iklan Baris Hari ini: Senin, 24 Juli 2017 03:47
PEMILU 2014

'Kacaunya DPS Semoga Bukan untuk Kepentingan Parpol Tertentu'

Print
Gedung KPU. (istimewa)

Jakarta, Seruu.com - Wakil Ketua DPR RI yang juga Ketua DPP Golkar Priyo Budi Santoso berharap kacaunya Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang masih belum singkron dengan e-KTP karena masih banyak orang sudah mati, dan tidak jelas terdaftar dalam DPS yang dipublis oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) secara online, melalui www.kpu.gp.id. Namun, masih ada waktu dan KPU bisa bekerja sama dengan Kemendagri untuk akurasi data DPS sebelum ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT).

“Harusnya dengan sistem modern e-KTP, proses DPS itu lebih akurat dan lebih cepat menjadi DPT. Tapi, nyatanya ketika diklik di www.kpu.go.id, banyak terjadi perbedaan data di lapangan. Mudah-mudahan kejadian ini bukan untuk kepentingan politik partai tertentu di pemilu 2014 mendatang,” tandas Priyo pada wartawan di Gedung DPR RI Jakarta, Jumat (2/8/2013).

Menurut KPU diyakini akan bekerja keras dan tetap mandiri untuk akurasi data DPS sebelum menjadi DPT tersebut. “Persoalannya, kan KPU menerima data itu dari Kemendagri. KPU tinggal mengolah yang ada sesuai data-data yang diterima dari Kemendagri. Jadi, harus sinergi dengan Kemendagri, dan memvalidasi data itu dengan memanfaatkan jaringan KPU sampai ke TPS-TPS di daerah seluruh Indonesia,” tambahnya.

Diakui Priyo, jika baru pada pemilu 2014 ini KPU menggunakan sistem online dengan e-KTP. Namun jangan sampai kesalahan DPS itu berulang-ulang. “Kalau kesalahan itu berulang-ulang, maka dicurigai ada kepentingan apa dengan Kemendagri? Saya yakin KPU akan bekerja keras untuk terwujudnya pemilu yang adil, jujur, dan demokratis. Kita tunggu saja karena masih ada waktu untuk memperbaiki DPS itu,” pungkasnya.

Sebelumnya  Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay berharap hal itu dimaklumi karena baru pada Pemilu 2014 ini pertama kali data pemilih dikumpulkan satu per satu secara langsung oleh penyelenggara pemilu. "Ya perlu maklumlah, wajar kalau DPS masih kacau. Karena data yang diperoleh KPU dikumpulkan dari seluruh Indonesia," katanya.

Terkait tiga provinsi yang belum mengumpulkan DPS yakni Papua, Maluku, dan Sumatera Selatan (Sumsel) menurut Hadar, KPU Pusat akan segera memerintahkan agar dipublikasikan. “Terlambatnya tiga provinsi itu dalam mengumumkan DPS salah satu faktornya karena daerah tersebut baru saja menyelenggarakan Pilkada. Selain itu ada kendala dengan jarak, dan komisioner KPU Papua banyak yang dipecat, sehingga mereka agak lambat," tuturnya.

 Hadar menegaskan jika pengumpulan data yang dilakukan KPU dengan cara mendatangi setiap rumah dan mendata penghuninya satu persatu. Kata dia, metode ini berbeda dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). "Kalau Kemendagri menggunakan data jumlah penduduk dari mereka yang sudah terekam di e-KTP. Tapi, data pemilih yang dikumpulkan oleh KPU bisa jadi jumlah warga real terbesar di dunia,” tuturnya.

Namun demikian KPU yakin pihaknya akan mampu membuat DPT Pemilu 2014 ini jauh lebih baik dibanding Pemilu sebelumnya. “KPU sudah menyiapkan mekanisme untuk meningkatkan akurasi data dan mengakomodir semua warga Negara Indonesia di dalam negeri maupun luar negeri, yang berhak memilih dapat menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2014. Kami masih punya waktu untuk mengoreksi DPS yang sudah diumumkan kepada publik. Data pemilih yang ganda dan anomali otomatis akan dicoret sehingga daftar pemilih tetap (DPT) yang akan ditetapkan KPU Kabupaten/Kota benar-benar mutakhir dan berkualitas,” terang Hadar. [MNF}

Galeri Video

Galeri Foto

BURSA IKLAN BARIS

Table 'seruuco_2011.bursa_posts' doesn't exist