Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Iklan Baris Hari ini: Sabtu, 10 Desember 2016 00:26
PEMILU 2014

Sekjen Prodem : Ada Tiga Poin Cegah Golput Pemilu

Print

Jakarta, Seruu.com - Sekretaris Jendral Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDem) Andrianto menilai perlunya figur pemimpin baru dalam Pemilu Presiden 2014 mendatang. Menurutnya, hal ini juga dapat mengurangi tingginya angka pemilih golput.

"Kemarin saja pemilih kita golputnya 45 persen di pilpres 2009. Kalau tahun depan golputnya diatas 50 persen kan jadi lucu. Jadi kurang legitimasi Presiden yang akan muncul itu. Nah untuk mencegah hal itu, ada  3 poin yang harus segera dilakukan," jelas Andrianto di Jakarta, Jumat (26/07/2013).

Menurut Andrianto pertama yakni dengan menetapkan Presidential Treshold (PT) pada titik equilibrium yakni di angka 10 persen. "Pemilu 2004 ukurannya 2,5 persen, mestinya harus ada peningkatanlah, tahun depan 10 persen. Karena supaya ada koalisi partai kedepannya, sehingga jangan ada oligarki partai, dimana yang muncul partai-partai besar saja, akibatnya rakyat tidak punya pilihan," bebernya.

Kemudian yang kedua, sambung mantan aktivis '98 ini, adalah dengan jalan memebrikan ruang kepada calon-calon independen di luar partai. Namun, hal ini juga harus diimbangi dengan parameter persyaratan yang luar biasa berat

Lebih jauh dia menjelaskan, hal ini 'make sense' dengan pilkada yang sudah memberi ruang kepada calon indpenden. Karena itu, Ia menekankan, harusanya UU itu(pencalonan presiden harus diusung oleh parpol atau koalisi parpol) di amandemen, sehingga elit-elit partai hari ini tidak menghegemoni, yang menjadikan Indonesia negara oligarki partai.

"Seperti di negara maju demokrasinya itu diberikan ruang kepada calon-calon independen untuk bertarung, meskipun akhirnya calon independen engga pernah menang juga. Di AS juga yg menang kalau ga Demokrat, ya republik. Jd kenapa indonesia harus takut? Kenapa di Indonesia tidak bisa seperti itu?" cetusnya.

Selanjutnya, yang terakhir yakni partai politik seharusnya memberikan ruang kepada figur diluar struktur partai yang ada untuk dijadikan calon presiden. Dengan demikian, akan memberi ruang kepada figur alternative untuk muncul.

"Misalnya PDI P, dia memberi ruang di luar ketua umumnya. Golkar juga karena udah duluan dukung ical ya mau ngomong apa, tapi partai-partai lain sudah baguslah memberi ruang kepada calon-calon figur alternative muncul," tegasnya.

Dia menambahkan, tiga poin ini harusnya menjadi pembelajran bagi kita, agar masyrakat tidak skeptis.

"Kalau ini tidak dilakukan msyarakat akan skeptis. Akhirnya 2014 pemilu kita tidak berkualitas, " demikian dia.

Galeri Video

Galeri Foto

BURSA IKLAN BARIS

Table 'seruuco_2011.bursa_posts' doesn't exist