Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Iklan Baris Hari ini: Sabtu, 10 Desember 2016 00:23
PEMILU 2014

Salah Satu Pendiki PKS Datangi Bawaslu

Print
Yusuf Supendi. (Foto: ANTARA)

Jakarta, Seruu.com - Yusuf Supendi, salah satu pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan ditemani dua pengacara, M. Najib dan Nuralam Siregar mendatangi kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jakarta, Kamis (25/7/2013).

Kedatangan mereka untuk menindaklanjuti Undang-Undang Pemilu pasal 62 ayat 5 tentang masukan masyarakat terkait partai politik yang diduga melakukan pelanggaran.

"Dalam UU Nomor 14 tahun 2011 pasal 73, tugas dan wewenang Bawaslu mengawasi penetapan caleg DPR sampai ditetapkannya anggota DPR itu," kata Yusuf kepada wartawan.

Yusuf mengungkapkan, sebelumnya pada tanggal 17 Juni 2013 lalu pihaknya telah mendatangi Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk meminta agar 494 daftar calon sementara (DCS) dari fraksi PKS dicoret dan dibatalkan. Hal itu lantaran pendaftaran caleg PKS tidak sesuai dengan UU Pemilu pasal 57 yang menyebutkan formulir DCS ditandatangani oleh Ketua Umum atau sebutan lainnya dan Sekertaris Jenderal atau sebutan lainnya.

"Namun berdasarkan penjelasan Dirjen Aho bahwa lembaran-lembaran negara akta pendirian PKS tertanggal 11 Juni 2002 adalah Ketua Umum," terang Yusuf.

Menurutnya, tidak pernah ada akta pendirian lainnya. Oleh karena itu, ia menganggap sebutan Presiden PKS dianggap ilegal dan tidak syah karena tidak berbadan hukum.

Selain itu, penunjukkan Anis Matta sebagai Presiden PKS menggantikan Lutfi Hasan Ishak (LHI) juga dianggap tidak sah. Pasalnya, antara undangan kepada Majelis Syuro dan penyelenggaraan Majelis Syuro seharusnya waktunya kurang dari 7 hari. Sementara, faktanya penunjukkan Anis Matta kurang dari 24 jam.

"Oleh karena itu sampai saat ini, saya masih berkeyakinan Presiden PKS LHI karena pengunduran dirinya diterima tidak sah, majelis syuronya tidak sah otomatis Anis Matta tidak sah menjadi presiden," demikian dia menegaskan. [Wishnu]

Galeri Video

Galeri Foto

BURSA IKLAN BARIS

Table 'seruuco_2011.bursa_posts' doesn't exist