Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Iklan Baris Hari ini: Sabtu, 10 Desember 2016 02:21
PEMILU 2014

Pilpres 2014, Duet Jokowi-Muhaimin Layak Diperhitungkan!

Print
Muhaimin Iskandar (dok. seruu.com)

Jakarta, Seruu.com - Bursa Calon Presiden dan Wakil Presiden di 2014 diprediksi akan memunculkan tokoh baru, sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang menghendaki adanya perubahan besar di sektor kepemimpinan nasional.

Saya pikir dia (Muhaimin) memiliki kans karena dia sebagai ketua umum partai (PKB), secara ketokohan dia juga cukup dikenal. Muhaimin juga punya pengalaman organisasi yang cukup panjang, yang lebih menguntungkan Muhaimin adalah tokoh muda yang lahir dari era reformasi, jadi kalau kita bicara kans, Muhaimin cukup memiliki -- Ahmad Bakir Ihsan

Namun meski sosok yang sering dimunculkan dalam berbagai survei adalah dari kalangan muda tetapi sejumlah pengamat menilai pengaruh politik aliran masih diperhitungkan dan menjadi salah satu faktor penentu di bursa capres dan cawapres kedepan.

"Saya kira dari sejumlah figur di kalangan islam, jika mengacu pada politik aliran, NU memiliki kans besar untuk memunculkan tokohnya," tutur Ahmad Bakir Ihsan, Pengamat Politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Jakarta Selatan, Jumat (19/7/2013).

Menurut Bakir, Muhaimin Iskandar sebagai salah tokoh muda yang dimiliki NU merupakan kandidat yang layak untuk dimunculkan dalam bursa Pilpres 2014

"Saya pikir dia  (Muhaimin) memiliki kans karena dia sebagai ketua umum partai (PKB), secara ketokohan dia juga cukup dikenal. Muhaimin juga punya pengalaman organisasi yang cukup panjang, yang lebih menguntungkan Muhaimin adalah tokoh muda yang lahir dari era reformasi, jadi kalau kita bicara kans, Muhaimin cukup memiliki," terangnya.

Menurut Bakir saat ini persoalannya adalah bagaimana marketing politik dari PKB sebagai kendaraan politik Muhaimin berjalan untuk mengenalkan Muhaimin sebagai figur atau sosok yang akan bertarung sebagai capres yang memawakili kalangan Islam. "Juga sejauh mana keseriusan PKB untuk mengusung Muhaimin sebagai capres," tegasnya.

Bakir menambahkan bahwa potensi suara NU untuk Muhaimin sendiri cukup bisa diandalkan.

"Saya kira, PKB sampai saat ini masih menjaga dan merawat basis suaranya di kalangan NU. Bahkan, dibandingkan dengan PPP, PKB lebih dekat secara struktural dengan NU, ini juga yang menjadi keuntungan bagi PKB," paparnya.

Lebih jauh Bakir menilai,  bahwa peluang akan lebih besar bagi Muhaimin jika ia bisa disandingkan dengan sosok yang mewakili golongan yang lain dalam politik aliran di Indonesia. Ia pun menunjuk sosok Joko Widodo (Jokowi), Gubernur DKI Jakarta, sebagai pasangan yang pas bagi ketua umum PKB tersebut.

"Akan lebih besar peluangnya, soalnya Jokowi yang boleh kita katakan mewakili sebagai kalangan "sekuler", tentunya juga butuh pendamping dari kalangan Islam. Tinggal bagaimana marketing politik nya (Muhiamin) berjalan," tutup Bakir.

Terpisah pengamat politik LIPI, Siti Zuhro mengatakan bahwa duet Jokowi-Muhaimin sendiri bisa menjadi kuda hitam dalam bursa pilpres 2014. Jokowi faktor, akan menjadi penentu mengingat sosoknya yang sangat disukai masyarakat.

"Jadi sebenarnya Jokowi itu dipasangkan dengan siapa saja tetap tidak akan berpengaruh dan nilainya tetap akan tinggi. Pasangannya ini yang akan mendapatkan keuntungan, sebab masyarakat tidak akan melihat sosok pendamping nya, tetapi akan lebih melihat Jokowi sebagai figur yang menurut masyarakat sederhana, dan low profile. itu sebabnya Jokowi disukai masyarakat," ujar Zuhro.


Reporter: Nurholis

Redaktur: Musashi

Galeri Video

Galeri Foto

BURSA IKLAN BARIS

Table 'seruuco_2011.bursa_posts' doesn't exist