Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Iklan Baris Hari ini: Sabtu, 10 Desember 2016 00:21
PEMILU 2014

KPU Tidak Dapat Tindaklanjuti Kisruh DP4

Print

Jakarta, Seruu.com - Komisi Pemilihan Umum tidak dapat menindaklanjuti 4,1 juta data keliru dalam Daftar Penduduk Pemilih Potensial Pemilu (DP4) dari Kementerian Dalam Negeri hasil temuan Badan Pengawas Pemilu.

DP4 itu padahal sangat krusial, sebab DP4 merupakan data acuan dalam penyusunan Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilu 2014 yang sedangkan dilakukan KPU dari 11-24 Juli 2013. Dimana, saat ini data yang sudah masuk dalam DPS KPU berjumlah 177.257.048 jiwa.

"Masalah DP4 bukan kita. Sumber data kita harus DP4, tidak ada sumber data lain. Kalau Bawaslu menemukan DP4 nya bermasalah, itu kan Bawaslu yang akan di koreksi oleh Kemendagri," kata Anggota KPU, Ferry Kurnia Rizkiyansyah di Jakarta, Senin (16/7/2013).

Dijelaskan Ferry, DP4 yang diserahkan pemerintah ke KPU sebesar 190.411.133 juta jiwa, tentunya akan disinkronkan dengan daftar pemilukada terakhir kemudian langsung susurkan di lapangan melalui Panitia Pemutakhiran Pemilih (Pantarlih). Setelah itu, lanjutnya, dilakukan penyocokan penelitian (coklit) di lapangan dengan pemutakhirkan data pemilih.

"Baru muncul A1 kemudian baru muncul DPS. DPS ada diperbaikan kemudian hasilkan data akhir terus langsung DPT," jelas Ferry.

KPU, tegas Ferry, tidak main-main dalam urusan data pemilih. Dimana, KPU mengelolah DP4 sesuai aturan perundang-undangan. Sehingga, adanya perbedaan data DP4 dengan DPS KPU, KPU tidak mengetahuinya.

"Mekanismenya itu di Kemendagri, tapi yang kita dapat DP4. Data dilapangan bisa juga yang sudah meninggal harus kita coret. Kalau data yang belum masuk, harus kita masukan," tegas Ferry.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPR dan KPU sebelumnya di Gedung DPR, Senin (15/6/2013), Ketua Bawaslu Muhammad mengungkapkan dalam tahap pemutakhiran data pemilih, Bawaslu telah melakukan pengawasan yakni menganalisis akurasi dari DP4 yang jumlahnya 187.487.745 orang.

Jumlah itu tidak termasuk jumlah penduduk pemilih Pemilu di Papua yang hingga kini belum masuk datanya.

Sementara itu Ketua KPU, Husni Kamil Manik menambahkan KPU tidak bisa hanya beracuan pada data pemerintah semata dalam penyusunan DPT nantinya.  KPU, kata dia, memakai data DP4 dan data pemilu terakhir dalam penyusunan DPS yang nantinya menghasilkan DPT pemilu 2014.

"Jadi, data yang dapat dari lapangan dikonfirmasi dengan DP4. Kalau dia sama, maka otomatis dia akan terhapus, kalau yang baru dia akan terdata. Kalau seperti itu kemungkinan ada penambahan pemilih," tandas Husni. [Wishnu]

Galeri Video

Galeri Foto

BURSA IKLAN BARIS

Table 'seruuco_2011.bursa_posts' doesn't exist