Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Iklan Baris Hari ini: Sabtu, 10 Desember 2016 02:18
PEMILU 2014

FITRA: Dana Kampanye Masuk ke Penyelenggara Pemilu Bukan Rakyat

Print
Uchok Sky Khadafi (Dok. Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com - Koordinator investigasi dan advokasi Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Uchok Sky Khadafi menyatakan, dibutuhkan dana sedikitnya sebesar Rp3 milliar untuk seseorang yang ingin maju sebagai calon anggota legislatif (caleg).

Menurutnya nominal itu bisa bertambah, bisa juga berkurang tergantung finansial individu sang calon.

"Duit penting tapi bukan segalanya untuk caleg. Artis pun begitu, meskipun populer tetapi tidak menjamin kalau dia akan dipilih oleh masyarakat," tegas Uchok saat menjadi pembicara diskusi di kantor DPN Relawan Perjuangan Demokrasi (REPDEM), Jakarta, Jumat (5/7/2013).

Menurutnya, masih ada kesempatan bagi caleg-caleg aktivis untuk bisa duduk di kursi parlemen meskipun memiliki dana yang terbatas. Pasalnya yang menjadi kendala adalah, para caleg aktivis ini justru tersaingi dengan para caleg yang berlatar belakang pengusaha. Sebab untuk membayar tim suksesnya saja misalnya, para caleg harus merogoh kocek yang cukup dalam.

"FITRA mencatat dibutuhkan biaya tidak sedikit untuk menempatkan saksi di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS). Buat caleg miskin mana bisa, kalau orang kaya, maling APBN dia bisa. 3 milliar rupiah bagi mereka (pengusaha) itu kecil," ujarnya.

Yang menjadi catatan khusus Uchok adalah, pada masa kampanye (pemilu), justru yang sejahtera itu bukanlah masyarakatnya yang jadi orientasi target, tetapi yang sejahtera itu justru penyelenggara pemilunya.

"Caleg dengan uang 3 milliar rupiah itu, justru bukan lari ke masyarakat, tetapi dana-dana itu banyak yang lari ke penyelenggara pemilu kita yang tidak jujur. Inilah yang berbahaya," demikian dia. [Simon]

Galeri Video

Galeri Foto

BURSA IKLAN BARIS

Table 'seruuco_2011.bursa_posts' doesn't exist