Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Iklan Baris Hari ini: Sabtu, 10 Desember 2016 00:26
PEMILU 2014

Pengamat: Bawaslu Harus Profesional

Print
Logo Bawaslu (Istimewa)

Jakarta, Seruu.com - Pengamat Hukum Tata Negara Margarito Kamis menilai, keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang mengugurkan satu daerah pemilihan (dapil) caleg hanya karena tidak memenuhi kouta perempuan caleg (calon legislatif) adalah hal yang keliru.
 

"Parpol berhak ikut pemilu, dan jika ada caleg yang tidak memenuhi syarat maka yang digugurkan caleg yang bersangkutan. Dan parpol berhak menggantikan bukan mengergaji satu dapil," ujarnya saat diskusi di Cafe Galeri, Jakarta, Selasa (25/6/2013).

"Jadi jangan karena satu orang maka satu dapil yang merana," lanjut dosen Universitas Muhammadiyah itu.

Untuk itulah, Magarito meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk lebih profesional. "Karena tugas Bawaslu adalah melakukan pengawasan seperti mengoreksi tindakan KPU yang tidak benar. Terlebih ini demi hak parpol yang dikurangi saat KPU mencoret beberapa dapil," tuturnya.

Seperti diketahui, akibat tidak terpenuhinya persyaratan salah satu caleg. Beberapa, parpol kehilangan daerah pemilihan (dapil).

Seperti PPP (Partai Persatuan Pembangunan), hanya karena salah satu caleg perempuannya menyerahkan KTP habis waktu. Partai pimpinan Surya Darma Ali ini harus kehilangan Dapil Jawa Tengah III.

Begitu juga dengan Partai Gerindra, hanya karena salah satu caleg perempuannya terdaftar ganda di PKPI (Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia). Partai usungan Prabowo ini harus kehilangan Dapil Jawa Barat IX. [Simon]

Galeri Video

Galeri Foto

BURSA IKLAN BARIS

Table 'seruuco_2011.bursa_posts' doesn't exist