Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Iklan Baris Hari ini: Sabtu, 10 Desember 2016 02:18
PEMILU 2014

Yahdi Basma: Banyak DCS yang Bermasalah Karena Caleg Perempuan

Print
Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai NasDem, Yahdi Basma (Dok. Seruu.Com)

Jakarta, Seruu.com - Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai NasDem, Yahdi Basma menyebutkan banyak Daftar Caleg Sementara (DCS) Komisi Pemilihan Umum Provinsi, Kabupaten, dan Kota yang DCS-nya bermasalah karena penempatan calon legislatif perempuan.

Ia mengungkapkan, yang keliru yakni, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tengah, Partai Amanat Nasional (PAN), Dapil Sulteng 5 (Poso-Touna-Morowali). Lalu DPRD Palu, Dapil Palu 2 (Partai Golkar). "Dan DPRD Tolitoli, Dapil Tolis 3 (Partai Hanura), dan sejumlah Dapil lain yang belum terdeteksi publik," ungkap Yahdi, Jumat (21/6/2013).

Menurut Yahdi, KPU sudah selayaknya membuatkan revisi pengumuman, dengn meminta maaf kepada partai-partai yang dimaksud, karena tercantumnya dalam DCS itu adalah kelalaian KPU. Tetapi, lanjut Yahdi, jika KPU lambat merevisi, maka justru akan merugikan partai tersebut.

"Karena parpol bisa kehilangan waktu lakukan Ajudikasi Bawaslu atau Peradilan TUN Pemilu, sebagai 2 saluran hukum yang disediakan UU Pemilu No.8/2012 Jo.PKPU 07/2013," imbuhnya.

Maka, lanjutnya, semakin cepat KPU Revisi Pengumuman DCS, semakin menguntungkan ke-2 Pihak (KPU dan Parpol). "Agar case ini tidak jadi Bom Waktu di tahap DCT kelak," sambungnya.

Yahdi melanjutkan, senyatanya, ini adalah Kelalaian Verifikator (Sekretariat KPU Provinsi) untuk caleg DPRD Provinsi, karena Komisioner baru efektif 1 minggu setelah Pelantikan 24 Mei 2013, namun untuk DPRD Kab/Kota, sungguh adalah kelalaian Komisioner.

Yang kedua, tambah Yahdi, terkait soal Aziz Bestari di Tolitoli, nyata terang-benderang, beliau orderan suatu kelompok Politik tertentu, sebab seharusnya Aziz memenuhi syarat pidananya sudah dijalani, motifnya beralasan politik, peradilan yang menghukumnya penuh dan berlumur "cacat demi hukum", Pasal 244 KUHP, Putusan BEBAS MURNI Peradilan Tingkat

"Pertama, tidak boleh di KASASI, juga masa KADALUARSA kasus yang telah 34 tahun y.l., nyata by design, Aziz Bestari di Kriminalisasi, dipolitisasi bertopeng hukum. Mengutip Sekjend PB-Al Khairaat : "Berhentilah mendzolimi Aziz Bestari di Tolitoli," tegasnya.

Lalu kemudian, terkait pleno TimSel KPU Tolis 17-06- 2013 akhirnya tetap meloloskan 3 (tiga) Komisioner Lama KPU Tolis dlm 10 (sepuluh) Besar Calon Anggota KPU Tolis 2013-2018, pdhal 3 (tiga) org ini berlumur cacat luar-biasa, pernah dikenai Sanksi oleh Dewan Kehormatan KPU Provinsi pd Pemilu 2009, dan tindakan mal-praktek paling anyar yang baru saja dilakukan di masa verifikasi Caleg Pemilu 2014 ada 7 (tujuh) item, Partai NasDem miliki DATA tersebut.

"Maka, sungguh KREDIBILITAS KPU Provinsi, sangat ditentukan dgn Lolos/Tidaknya 3 Anggota KPU Tolis yang lama tersebut ke 5 (lima) Besar, karena publik tahu, watak Politik Desainer di Tolitoli itu "tega" halalkan segala cara untuk tujuan politiknya, termasuk me-loloskan mereka ke 5 Besar nanti," tutup Yahdi yang juga inisiator Gerakan Pemilu Bersih. [Wishnu]

Galeri Video

Galeri Foto

BURSA IKLAN BARIS

Table 'seruuco_2011.bursa_posts' doesn't exist