Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Iklan Baris Hari ini: Kamis, 29 Juni 2017 19:36
KENAIKAN HARGA BBM

Caleg Juga Bakal Kena Imbas Kenaikan Harga BBM

Print
Ilustrasi demo tolak kenaikan harga BBM (Istimewa)

Jakarta, Seruu.com - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsisi dipastikan akan berdampak luas pada masyarakat, termasuk pada para Calon Legistalif (Caleg) yang akan bertarung merebut kursi DPR di 2014.


Seperti yang diungkapkan oleh Saldi Mansur, Caleg DPR RI Dapil Sulsel III dari Partai NasDem ini menyebut bahwa biaya kebutuhan operasinal untuk menemui konstiteun di daerah akan bertambah besar seiring dengan kenaikan harga BBM. Terlebih, dia mengaku harus menemui konstituen yang ada di daerah-daerah pelosok dan sulit dijangkau.

"ya pasti, biaya operasional nambah besar kalau BBM jadi naik. Padahal awalnya kita sudah menghitung semua kebutuhan sosialisasi dan kebutuhan lainnya, kalau begini saya harus menghitung ulang lagi," kata dia saat dihubungi Seruu.com, Jumat (14/06/2013).

Hal senada juga diungkapkan oleh mantan aktivis "98 Adian Napitupulu. Menurutnya, kenaikan harga BBM akan berimbas langsung pada masyarat, termasuk para Caleg baru disetiap partai.

"Siapapun Caleg nya yang pasti mereka akan merasakan dampak dari kenaikan BBM, biaya untuk buat spanduk, untuk operasional dan lain-lain tentunya harus dikurangi, apalagi caleg yang baru, karena rata-rata Caleg yang baru bertarung itu modalnya terbatas, beda dengan caleg incumbent," ujar Adian yang tercatat bertarung di Dapil V Bogor dari PDI Perjuangan ini.  

Mantan pentolan Forum Kota (Forkot) ini juga secara tegas menolak rencana pemerintah menaikan harga BBM. Dia menyebut, apabila BBM naik maka kemiskinan akan semakin merajalela di Indonesia. " jelas, kita harus tolak kenaikan BBM," tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPN Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Wanto Sugito juga secara tegas menolak rencana pemerintah menaikan harga BBM. Menurutnya, kebijakan pemerintah ini tidak populis. Sebab, masih banyak cara lain yang bisa dilakukan pemerintah untuk menutupi defisit APBN, tanpa harus mengorbankan rakyat dengan menaikan harga BBM.

Wanto yang juga terdaftar sebagai Caleg DPR RI di Dapil III Banten dari PDI Perjuangan ini pun merasakan hal yang sama dengan Caleg-Caleg lainnya. Dia terpaksa harus menghitung ulang kebutuhan sosialisasi apabila harga BBM jadi dinaikan.

"kita bedalah dengan Caleg incumbent yang punya modal banyak, modal kita kan cuma semangat dan ketulusan. Banyak biaya yang harus dipotong. Apalagi Dapil III Banten daerah nya cukup luas," ungkap Wanto yang tercatat sebagai Sekjen ILUIN ini dan mantan Aktivis '98 ini.

Pun demikian, dengan Celeg yang ada di daerah. Yervis Pakan yang tercatat sebagai Caleg dari Partai Gerindra Dapil Sulawesi Selatan (Sulsel) X untuk DPRD Provinsi ini, juga mengaku mengalami hal yang sama. Menurutnya, kenaikan harga BBM akan sangat terasa di daerah yang jauh dari pusat kekuasaan.   

"Kami ini daerah, kalau BBM naik yang di daerah yang paling merasakan dampaknya. Apalagi Dapil saya itu setiap daerah nya cukup jauh, otomatis segala kebutuhan untuk sosialisasi seperti cetak spanduk dan lain-lain harus dikurangi, karena biaya opersional untuk menemui konstituen juga pasti bertambah," terang Yervis.

Seperti yang diberitakan, pemerintah dalam waktu dekat ini akan segera menaikan harga BBM bersubsidi dengan alasan defisitnya anggaran negara. Rencana pemerintah ini juga mendapat penolakan keras oleh mahasiswa serta beberapa fraksi di DPR. [nurholis]

Galeri Video

Galeri Foto

BURSA IKLAN BARIS

Table 'seruuco_2011.bursa_posts' doesn't exist