Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Iklan Baris Hari ini: Sabtu, 10 Desember 2016 00:22
PILPRES 2014

Pengamat : Rakyat Butuh Sosok Antitesis SBY!

Print
SBY dan Jokowi

Jakarta, Seruu.com - Direktur Eksekutif Maarif Institute Fajar Riza Ul Haq menilai bahwa saat ini rakyat Indonesia sudah muak dengan kepemimpinan nasional yang gagal memberi harapan baru dan menjalankan amanah rakyat. Karena itulah, masyarakat berusaha mencari sosok antitesis dari model Presiden SBY yang saat ini berkuasa.


"Kalau SBY dianggap tidak tegas, partisan pada satu kelompok, elisitis, jaim, maka orang di 2014 akan cari sosok sebaliknya," ujar , Kamis (13/6/2013).


Karena itulah lanjut Fajar, banyak survei yang kemudian mengunggulkan Gubernur DKI Jakarta menjadi orang nomor satu di Indonesia. Bahkan, Fajar mendapat kabar elektabilitas Jokowi saat ini di atas 60 persen. "Itu memerlihatkan bagaimana publik haus sosok yang merakyat, familiar, wong deso," katanya.


Publik, lanjut Fajar, mengharapkan pemimpin yang merakyat, dan tidak berjarak dengan mereka. "Saya melihat, itu kriteria yang diinginkan masyarakat. Di luar kriteria yang umum, punya integritas, bersih, baik. Tapi ada model lain, yang antitesis dengan SBY," tuturnya.


Kendati demikian, papar Fajar, semua harapan publik masih bergantung kepada Jokowi dan PDI Perjuangan, khususnya Megawati Soekarnoputri. Karena, Jokowi mustahil bersedia maju dari partai selain PDIP. "Saya kira ini akan jadi dilema bagi Jokowi dan PDIP. Satu sisi, publik mengharapkan dia menjadi salah satu calon. Tapi, dia sekarang masih menjabat di DKI," jelasnya.
 

Tapi, kalau pada akhirnya maju sebagai capres PDIP, menurut Fajar, satu-satunya cara partai lain membendung Jokowi adalah mengusung calon-calon alternatif seperti Gita Wirjawan, Dahlan Iskan, dan Mahfud MD. "Tapi, mereka belum punya kendaraan yang jelas. Makanya, saya berharap momen konvensi yang dibuka berbagai partai, bisa memberikan kesempatan kepada mereka," urai Fajar.


Fajar menyarankan Partai Demokrat menggelar konvensi capres secara serius dan fair. Kalau konvensi cuma asal-asalan dan yang keluar sebagai capres tetap dari generasi lama, maka Jokowi dipastikan akan menjadi presiden. "Kalau mereka keukeuh (mencalonkan tokoh tua), mereka akan ditinggalkan PDIP jika mengusung Jokowi," cetus Fajar. [ms]

Galeri Video

Galeri Foto

BURSA IKLAN BARIS

Table 'seruuco_2011.bursa_posts' doesn't exist