Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Iklan Baris Hari ini: Sabtu, 10 Desember 2016 00:26
PEMILU 2014

Ini Pernyataan LIMA Soal Verifikasi DCS

Print
Direktur Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti (Dok. Seruu.Com)

Jakarta, Seruu.Com - Ketentuan di Peraturan KPU yang mewajibkan partai politik peserta Pemilu 2014 harus memenuhi syarat keterwakilan minimal 30 persen perempuan dalam setiap daerah pemilihan (dapil), seperti buah simalakama.

Menurut Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti, di satu sisi kewajiban tersebut penting dalam rangka mendesak partai politik lebih peduli pada keterwakilan perempuan di dunia politik.

Berikut Pernyataan LIMA Soal Verifikasi DCS:

1.       Mengingat bahwa besarnya dampak dari tidak terpenuhinya sarat minimal keterwakilan perempuan dalam dapil yang disebabkan oleh alasan-alasan yang bersifat tekhnis administratif ada baiknya hasil ini disikapi dengan upaya hukum oleh partai politik. Konteknya bukan saja untuk meloloskan caleg yang terkait, tetapi juga bagian dari upaya menyelematkan caleg-caleg lain di dapil yang bersangkutan. Memang miris mendengar jika caleg terpaksa  menerima kenyataan tak lolos sebagai caleg hanya karena misalnya selembar ijazah yang tidak dilegalisir, atau selembar foto kopi yang tenggat waktunya telah berlalu dari caleg lain. Sanksi pemilu terasa sangat berat karena tak sebanding dengan pelanggaran yang dilakukan.

2.       LIMA Indonesia melihat bahwa mengajukan hal ini ke Bawaslu sebagai sengketa akan kurang efektif. Selain model penyelesaian sengketa di Bawaslu yang tidak tersusun dengan rapi, sistemik dan baku, juga hasil akhirnya tidak diakui oleh KPU. Sebagaimana pernah terjadi KPU menolak hasil sengketa partai politik dengan KPU. Oleh karena itu, saran KPU mengajukan persoalan ini ke sengketa Bawaslu menjadi aneh jika tanpa pernyataan dari KPU sendiri bahwa hasil sengketa di Bawaslu akan diterima sepenuhnya oleh KPU. Contoh yang terjadi selama ini sengketa di Bawaslu hanya buang-buang waktu, tenaga, pikiran dan dana. Begitu hasilnya dinyatakan dikabulkan Bawaslu, KPU masih dapat berkilah dengan menyebut hasil sengketa di Bawaslu tidak final.

3.       Lebih dari itu, memang aneh karena Bawaslu juga terlihat seperti menunggu bola. Tak ada opini tentang kinerja KPU terkait dengan verifikasi ini. Jika sejak awal Bawaslu melakukan pengawasan secara aktif, dan memberi saran-saran yang dianggappenting maka memang tidak perlu ada kasus yang dibawa ke meja sengketa Bawaslu. Sekarang Bawaslu terlihat seperti lembaga yang menunggu di ujung jalan, menerima hasil bersih lalu memperkarakannya. Model kinerja Bawaslu seperti ini tak memberi sumbangan signifikan bagi penegakan pelaksanaan pemilu yang jujur, adil, partisipatif dan terbuka.  

4.       Masih ada waktu bagi partai politik untuk segera melakukan langkah-langkah hukum tersebut sebelum ditetapkan tanggal 23 Agustus 2013. Sepanjang waktu yang tersisa tersebut masih ada waktu pergantian, sekalipun masa pergantian yang dimaksud lebih karena sebab adanya aduan masyarakat terhadap DCS yang diumumkan. Mungkin satu kebijakan yang disepakati secara bersama bisa menjadi solusi atas sanksi yang memilukan ini.

5.       Kasus ini, lagi-lagi, mengingatkan kita bahwa pemilu kita telah terjerembab ke deretan peraturan administratif yang menyulitkan para peserta sendiri. Akibatnya sejak pendaftaran dan verifikasi partai politik hingga pendaftaran dan verifikasi caleg berbagai kelemahan pemenuhuan administrasi muncul di mana-mana. Ujung-ujungnya sengketa berbagai jejang sengketa dilewati. Proses pemilu hiruk pikuk bukan karena masyarakat dan peserta berbincang karena apa isi, visi, misi dan tujuan-tujuan pemilu dalam rentan lima tahun, tetapi ribut, bertengkar bahkan kadang-kadang adu pisik hanya karena lemba-lembar administrasi. Politik menjadi administratif, bahkan hal itu jauh lebih penting dari tujuan politik itu sendiri. Banyak aturan tentang fisik sistem pemilu, bukan isi dan subtansinya.

"Demikian pernyataan ini kami buat. Atas perhatian dan partisipasinya,kami ucapkan banyak terima kasih," Direktur Eksekutif LIMA, Ray Rangkuti. [Wishnu]

Galeri Video

Galeri Foto

BURSA IKLAN BARIS

Table 'seruuco_2011.bursa_posts' doesn't exist