Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Iklan Baris Hari ini: Sabtu, 10 Desember 2016 00:17
PEMILU 2014

Ray Rangkuti: Hasil Verifikasi Bacaleg Seperti Buah Simalakama

Print
Direktur Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti (Dok. Seruu.Com)

Jakarta, Seruu.com - Komisi Pemilihan Umum telah mengumumkan hasil verifikasi daftar calon legislatif (bacaleg) sementara dari setiap parpol. Hasilnya, ada empat partai politik yang dinyakan tidak lolos di beberapa dapil karena tidak memenuhi unsur ketentuan adanya 30% keterwakilan perempuan di dalam dapil tersebut.

Empat partai yang mengalami diskualifikasi tersebut adalah Partai Amanat Nasional, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia dan Partai Gerakan Indonesia Raya.

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Lingkar Madani Untuk Indonesia (Lima) Ray Rangkuti mengatakan, sebagaimana tercantum dalam PKPU No 6/2013 dinyatakan bahwa tehitung sejak tangal 12 Juni 2103, KPU mengumumkan hasil verifikasi KPU atas DCS perbaikan.

Ray berharap akan ada masukan dari masyarakat terkait dengan nama-nama yang sudah dinyatakan lolos verifikasi administratif. Yang menjadi masalah adalah adanya beberapa partai politik yang dinyatakan tidak lolos dalam daerah pemilihan tertentu karena tidak mencukupi sarat minimal keterwakilan perempuan.

Yakni 30% dari total jumlah caleg di dapil bersangkutan. Beberapa sebab digugurkannya kesertaan partai politik di dapil tersebut karena alasan yang kadang di luar kemampuan dan jangkauan partai politik.

"Sebut saja misalnya soal KTP baru yang masih dalam proses. Tapi bukti bahwa KTP yang bersangkutan masih dalam proses telah disampaikan ke KPU. Dan begitu juga soal legalisir ijazah yang mengakibatkan satu caleg perempuan digugurkan," kata Ray di Jakarta, Rabu (12/6/2013).

Ray menjelaskan, membaca ketentuan PKPU kewajiban memenuhi keterwakilan perempuan 30% dalam setia dapil dan partai politik yang tak dapat memenuhi ketentuan pasal akan digugurkan di dapil tersebut memang seperti buah simalakama. Di satu segi, ketentuan itu penting dalam rangka mendesak partai politik lebih peduli pada keterwakilan perempuan dalam politik, tetapi sanksi yang diberikan juga mengundang aspek ‘kengerian’ yang mendalam.

"Yakni hilangnya hak seluruh caleg di dapil bersangkutan karena alasan tak terpenuhinya poin keterwakilan perempuan," jelasnya.

Yang menjadi masalah, lanjut Ray, bila pengguguran tersebut terjadi karena alasan-alasan yang memang terkadang tak sepenuhnya dapat dijalankan dengan seksama. Karena faktor keterkaitan dengan insitusi lain atau karena faktor alam lainnya. "Dalam masalah seperti ini, memang terasa pilu mendengar ada parpol yang harus didiskualifikasi karena faktor-faktor yang tak terjangkau tersebut," tutup Ray. [Wishnu]

Galeri Video

Galeri Foto

BURSA IKLAN BARIS

Table 'seruuco_2011.bursa_posts' doesn't exist