Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Iklan Baris Hari ini: Sabtu, 10 Desember 2016 00:26
PEMILU 2014

Koalisi Mandiri Minta KPU Batalkan Kerjasama dengan Pihak Asing

Print
Kantor KPU (Istimewa)

Jakarta, Seruu.com - Gabungan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Peduli Pemilu yang tergabung dalam Koalisi Mandiri untuk Pemilu Demokratis (KMPD) mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum KPU.

Koordinator Komite Pemilih Indonesia (Tepi), Jeirry Sumampow yang juga tergabung dalam KMPD, menyatakan kedatangan mereka untuk meminta agar komisioner KPU membatalkan kerjasama dengan pihak asing seperti Australian Electoral Commission (AEC) maupun International Foundation for Electoral Systems (IFES) dalam penyelenggaraan pemilu di Indonesia.

Namun, KMPD menyayangkan saat ingin menemui Komisioner KPU, ternyata para komisioner KPU tak ada di tempat.

"Kita sudah menunggu lama di sini, tetapi pihak staf  KPU mengatakan bahwa para komisioner tidak ada di tempat sehingga kita tidak bisa melakukan diskusi dan mempertanyakan terkait kerjasama KPU dengan pihak asing baik secara pendanaan maupun pelatihan," kata Jeirry di kantor KPU, Kamis (23/5/2013).

Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti yang juga tergabung dalam KMPD menjelaskan bahwa KPU sebetulnya sudah dua kali diperingatkan oleh Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu (DKPP) untuk tidak melakukan kerjasama dengan pihak asing. Lantaran, hal tersebut akan menghilangkan independensi penyelenggaraan pemilu di Indonesia.

"Namun aneh bin ajaib, sanksi dan peringatan yang diberikan oleh DKPP tidak mengubah prilaku dan tabiat KPU, khususnya terkait dengan kerjasama antara KPU dengan pihak asing. Belum sepenuhnya ada deklarasi dan pengumuman kepada publik bahwa KPU telah memutuskan kontrak kerjasama dalam bentuk apapun dengan IFES, Jadi itu kita yang minta penegasannya," kata Ray.

Lebih lanjut, Ray menyatakan keheranannya saat ini malah KPU tengah menjalin kerjasama bahkan sudah pada taraf tengah melaksanakan program kerjasama dengan lembaga asing australia yaitu Australian Electoral Commision (AEC) dalam rangka pelatihan peningkatan kapasitas anggota KPU Daerah di beberapa tempat.

"Dan pihak AEC diduga menjadi donor dana dari pelatihan itu. Dan itu justru mencederai independensi KPU itu sendiri," tutup Ray. [Wishnu]

Galeri Video

Galeri Foto

BURSA IKLAN BARIS

Table 'seruuco_2011.bursa_posts' doesn't exist