Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Iklan Baris Hari ini: Sabtu, 10 Desember 2016 00:20
SERBA SERBI PEMILU

Fenomena 'Kutu Loncat' Marak Jelang Pemilu 2014

Print

Jakarta, Seruu.com - Istilah "Kutu Loncat" kini sering digunakan dalam dunia politik dengan mengacu pada caleg yang meninggalkan partai lamanya untuk bergabung dengan partai baru. Mengenai fenomena kutu loncat yang banyak terjadi sebelum pemilihan umum 2014, tiap caleg dari partai yang diundang memiliki pandangan berbeda.

Pada acara yang digelar oleh Forum Masyarakat Katolik Indonesia-Keuskupan Agung Jakarta (FMKI - KAJ) dengan tema "Menuju Caleg 2014, Mengapa Loncat Pagar?" berbagai pandangan dilontarkan oleh para calon legislatif (caleg) dari berbagai partai yang berbeda.

Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Sutiyoso misalnya. Mantan Gubernur DKI Jakarta yang akrab disapa Bang Yos ini memaparkan beberapa alasan mengapa seorang caleg sampai loncat pagar. "Yang pertama mungkin karena memang tidak sesuai, baik prinsip atau ideologinya, kedua karena alasan personal, yang terakhir murni karena kelompok oportunis," kata Bang Yos Sabtu (18/5/2013).

Meskipun demikian, Bang Yos sendiri sebenarnya lebih memilih membesarkan partai kecil selama sesuai dengan visi misinya. Lain halnya dengan Sekretaris DPW Partai Nasdem, Inggard Joshua, yang menolak dengan tegas bahwa dirinya loncat pagar.

"Loncat pagar kan kesannya melanggar hukum, sedangkan pindah parpol kan tidak," tukasnya. Inggard mengaku pindah ke Partai Nasdem karena tak setuju dengan pemimpin di partai sebelumnya, partai Golkar. "Saya tidak mau pemimpin yang tidak punya kapasitas," ujarnya.

Lain lagi dengan Ketua DPP PDIP, Maruarar Sirait yang justru ingin mengganti tema diskusi menjadi "Mengapa Tidak Loncat Pagar?". Maruarar berpendapat bahwa bagi dirinya, partai adalah sebuah identitas seorang caleg. "Parpol itu identitas, ideologi," kata dia. Maruarar juga menambahkan bahwa jika partai tempat seorang caleg bernaung. [gendis]

Galeri Video

Galeri Foto

BURSA IKLAN BARIS

Table 'seruuco_2011.bursa_posts' doesn't exist