Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Iklan Baris Hari ini: Sabtu, 10 Desember 2016 02:13
PEMILU 2014

Fadli Zon: Kesalahan Pemilu Jangan Terulang Lagi

Print
Fadli Zon (Dok. Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com - Hingga saat ini  proses penyusunan daftar pemilih tetap (DPT) masih belum selesai. Pemutakhiran daftar penduduk potensial pemilih Pemilu, juga belum rampung. Pemilu 2014 tinggal 10 bulan lagi. Komisi Pemilihan Umum (KPU) kini menggunakan data pemilu terakhir sebagai acuan pemutakhiran daftar pemilih. Padahal, saat ini sudah ada data e-KTP yang bisa dijadikan acuan lebih tepat dalam menyusun DPT.

Kesalahan Pemilu jangan terulang lagi. Ada pemilih fiktif, orang meninggal atau satu orang terdaftar ganda. Ironisnya, banyak yang tak bisa memilih karena tak ada undangan. Harusnya masalah ini adalah problem abad ke-20. Di zaman maju teknologi, kita masih semrawut mengurus DPT - Fadli Zon

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan, e-KTP harusnya menjadi basis data penyusunan DPT. Dirinya meyakini, bahwa lebih solutif untuk mengatasi permasalahan DPT yang selalu terjadi tiap kali pemilu.

"Kesalahan Pemilu jangan terulang lagi. Ada pemilih fiktif, orang meninggal atau satu orang terdaftar ganda. Ironisnya, banyak yang tak bisa memilih karena tak ada undangan. Harusnya masalah ini adalah problem abad ke-20. Di zaman maju teknologi, kita masih semrawut mengurus DPT," kata Fadli melalui pernyataan persnya, Sabtu (18/5/2013).

Ia pun berpendapat, e-KTP dapat digunakan dan lebih aman dalam penyusunan DPT. Menurut Fadli, proses pembuatan e-KTP ini relatif lebih teliti dan akurat. Proses perekaman data, sidik jari dan eyerish pada e-KTP dapat menjadi ukuran kebenaran data penduduk. "Jadi sistem pendataannya jauh lebih rapi dibanding  basis data DPT 2009 sementara. DPT 2009 terlalu banyak masalah. Sehingga, menggunakan data pemilu terakhir sebagai dasar penyusunan DPT, tak selesaikan masalah," tegas Fadli

Lebih jauh menurutnya, dengan proses pembuatan E-KTP yang lebih ketat, peluang adanya pemilih ganda dan fiktif pun relatif lebih kecil. "Apalagi, putusan MK membolehkan pemilih yang tak terdaftar di DPT untuk menggunakan hak pilih mereka hanya dengan membawa KTP dan KK. Jadi, pada akhirnya semua kembali kepada KTP sebagai dasar data pemilih," ungkap Fadli.

"Penyusunan DPT ini harus benar-benar  teliti. Potensi penyelewengan DPT oleh pihak yang memiliki akses data akan sangat besar. Selain  menghindari penghilangan hak pilih warga negara, DPT yang akurat dapat menghindari kecurangan. Kualitas demokrasi harus lebih baik. Jangan dinodai kekacauan DPT," demikian Fadli menegaskan. [Wishnu]

Galeri Video

Galeri Foto

BURSA IKLAN BARIS

Table 'seruuco_2011.bursa_posts' doesn't exist