Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Iklan Baris Hari ini: Sabtu, 10 Desember 2016 00:19
PEMILU 2014

Putri Kandung Susno Gantikan Ayahnya Jadi Caleg

Print
Ilustrasi (Istimewa)

Jakarta, Seruu.com - Diliana Ermaningtias, putri kandung Komjen Pol Purnawirawan Susno Duadji diproyeksikan oleh Partai Bulan Bintang (PBB) untuk menjadi pengganti ayahnya sebagai bakal calon anggota legislatif dari partai besutan Yusril Ihza Mahendra tersebut.

Sekretaris Jenderal PBB, BM Wibowo mengatakan, proyeksi tersebut keluar setelah Susno akhirnya rela untuk dieksekusi oleh Kejaksaan Agung (Kejagung), terkait dua kasus korupsi yang menjeratnya.

"Mbak Ana (panggilan Diliana) memang telah menyerahkan berkas sebagai bakal Caleg. Sementara ini, secara internal dia memang merupakan kandidat favorit pengganti Susno di Dapil (daerah pemilihan) Jabar (Jawa Barat) 1," kata Wibowo saat dihubungi wartawan, Jumat (17/5/2013).

Sikap dari Susno sendiri sebagai ayah kandung, ujar Wibowo, sudah memberikan restunya kepada Diliana untuk menjadi bakal Caleg PBB, menggantikan posisinya.

"Diliana ini anak kedua dari Pak Susno, kemarin sudah mendapat restu dari Pak Susno sendiri. Hari Rabu yang lalu kami sudah ke Cibinong, dan Pak Susno merestui," jelas Wibowo.

Ketika ditanyakan apakah Diliana juga merupakan kader PBB, Wibowo berkilah setiap anggota keluarga Susno merupakan kader PBB. "Mbak Ana ini kan sudah sering menemani Pak Susno dalam acara partai. Kan keluarga besar Pak Susno sudah otomatis kader PBB," ungkapnya.

Lebih lanjut dia menegaskan, meski sudah mendapat restu dari Susno dan sudah menyerahkan berkas bakal Caleg, Diliana belum pasti menjadi bakal Caleg dari PBB, sebab pihak internal PBB saat ini masih mengolah data yang diberikan Diliana tersebut.

"Finalnya mesti menunggu pengumuman resmi yang akan diinfokan segera. Beliau memang sudah menyerahkan berkas secara lengkap. Tapi kan kami masih belum memutuskan. Yang jelas, Mbak Ana ini calon favorit di internal partai. Nanti ya kalau sudah diputuskan kami akan membuat rilis," tegas dia.

Sebelumnya Susno yang merupakan mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri menyerahkan diri ke Lapas Kelas II A Cibinong, Jawa Barat. eksekusi ini merupakan buntut dari keputusan Mahkamah Agung menolak pengajuan kasasi Susno. Meski tidak tercantum vonis hukuman yang harus dijalani dalam amar kasasi tersebut, penolakan atas permohonan kasasi berarti mengembalikan vonis yang harus dijalani Susno berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Dalam putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Susno divonis hukuman penjara tiga tahun dan enam bulan. Hakim menilai Susno terbukti bersalah dalam kasus korupsi PT Salmah Arowana Lestari dan korupsi dana pengamanan Pilkada Jawa Barat 2008. Susno sudah tiga kali tak memenuhi panggilan eksekusi Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Dia menyatakan, dirinya tidak dapat dieksekusi dengan berbagai alasan. Alasan pertama penolakan eksekusi itu adalah ketiadaan pencantuman perintah penahanan dalam putusan kasasi MA.

Susno berkilah, MA hanya menyatakan menolak permohonan kasasi dan membebankan biaya perkara Rp2.500. Sementara alasan kedua penolakan eksekusi adalah penilaian bahwa putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta cacat hukum. Penilaian itu merujuk pada kesalahan penulisan nomor putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dalam amar putusan banding. Dengan kedua argumen itu, pada saat itu Susno menganggap kasusnya telah selesai. Dia pun bersikukuh menolak eksekusi. [Wishnu]

Galeri Video

Galeri Foto

BURSA IKLAN BARIS

Table 'seruuco_2011.bursa_posts' doesn't exist