Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Iklan Baris Hari ini: Sabtu, 10 Desember 2016 02:17
PEMILU 2014

WNI Tak Punya KTP Tetap Bisa Nyoblos di Pemilu 2014

Print
Ilustrasi (Istimewa)

Jakarta, Seruu.com - Komisi II DPR menyatakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP), tetap bisa ikut mencoblos dalam Pemilu 2014 mendatang. Hal itu dengan persyaratan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencantumkan WNI yang tidak punya KTP dalam daftar pemilih khusus yang nantinya dimasukkan dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Secara umum, sesuai dengan aturan yang ada, warga negara yang boleh memilih adalah yang terdaftar dalam DPT dan atau memiliki KTP. Artinya, bila tidak memiliki KTP seperti warga Tanah Merah, maka KPU harus proaktif mendaftarkan mereka dalam DPT --- Mestariany Habie

Hal itu dikatakan Anggota Komisi II DPR Mestariany Habie saat dihubungi, Jumat (17/5/2013) ketika menanggapi WNI yang tidak memiliki KTP seperti warga tanah merah yang tinggal di tanah sengketa di wilayah Rawa Badak Selatan, Jakarta Utara. Dimana, selama puluhan tahun, warga yang tinggal di Tanah Merah tak punya KTP lantaran lahan yang ditinggali tak mendapat nomor rukun tetangga. Lahan tersebut milik Pertamina.

"Secara umum, sesuai dengan aturan yang ada, warga negara yang boleh memilih adalah yang terdaftar dalam DPT dan atau memiliki KTP. Artinya, bila tidak memiliki KTP seperti warga Tanah Merah, maka KPU harus proaktif mendaftarkan mereka dalam DPT," kata Mestariany Habie.

Wanita yang akrab disapa Nani ini menuturkan, warga tanah merah merupakan warga yang berkaitan dengan kejadian khusus. Sehingga, perlakuannya juga khusus. Namun, tegas dia, warga Tanah Merah harus terdaftar dan didaftarkan dalam DPT dan harus ada Tempat Pemilihan Suara (TPS) di Tanah Merah.

"Hak politik seorang warga negara bisa digunakan dalam pemilu sesuai dengan aturan pemilu adalah terdaftar dalam DPT di TPS. Namun, ada kurun waktu yang cukup panjang bagi setiap warga negara untuk memastikan dirinya terdaftar dalam DPT," ungkap politisi asal Partai Gerindra ini.

Lebih lanjut Nani menambahkan, guna merealisasikan hal tersebut,  petugas pemutakhiran data pemilih harus proaktif mendatangi masyarakat agar tidak ada warga negara yang harus kehilangan hak pilihnya karena tidak ada di DPT. "Sebaliknya, masyarakat juga harus cek ricek, apakah sudah terdaftar dalam DPT atau belum," imbuhnya.

Sementara itu, mengenai gelandangan tanpa KTP bisa mencoblos, Nani mengatakan hal itu harus dipikirkan matang-matang. Pasalnya, mereka tidak memiliki tempat tinggal yang tetap dan jumlahnya cukup besar. "Misalnya harus dipikirkan bagaimana mendata mereka dan di TPS mana mereka bs mencoblos. Bila tidak hati-hati, ini bisa jadi potensi kisruh," jelas dia.

Ia pun menilai, sebagai sebuah inisitiatif untuk menjamin hak pilih rakyat, WNI tidak memiliki KTP tetap bisa ikut pemilu sangat baik. Namun, hal itu harus dikaji mekanisme dan tatacaranya. "Jangan sampai ini malah membuat kekisruhan baru. Pemilu juga harus dilihat sebagai sistem yang memerlukan keteraturan melalui aturan-aturan, baik UU maupun peraturan pelaksanaannya," tutup Nani. [Wishnu]

Galeri Video

Galeri Foto

BURSA IKLAN BARIS

Table 'seruuco_2011.bursa_posts' doesn't exist