Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Iklan Baris Hari ini: Sabtu, 10 Desember 2016 00:25
PEMILU 2014

LSI : Pemilu 2014 Dikuasai Nasionalis, Suara Partai Islam Turun

Print

Jakarta, Seruu.com -  Kalau tak segera melakukan pembenahan serius, parpol Islam tak akan masuk posisi lima besar pada Pemilu 2014. Demikian hasil survei terbaru yang dirilis Lingkaran Survei Indonesia (LSI), kemarin, di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta.

Menurut LSI, posisi empat besar pada Pemilu 2014 akan dikuasai oleh parpol berhaluan nasionalis. Parpol Islam mulai tergerus baik secara kepartaian maupun popularitas figur.

“Ini pertama kalinya sejak Pemilu 2004, Pemilu 2009, dan pada survei sebelumnya, partai politik Islam tak satu pun yang masuk ke dalam lima besar dukungan publik. Pada survei Oktober 2012, dukungan partai Islam di bawah lima persen,” ujar peneliti LSI, Adjie Alfaraby, kemarin.

Menurut Adjie, pada Pemilu 2004, partai Islam seperti PKB di posisi ketiga dengan dukungan suara 10,6 persen, PPP di posisi keempat dengan dukungan suara 8,1 persen, disusul partai nasionalis Demokrat dengan dukungan suara 7,5 persen.

Pada Pemilu 2009, partai Islam pun masih menempati posisi lima besar yang tercermin dari perolehan suara yang didapat PKS sebesar 7,9 persen. Posisi PKS berada di posisi keempat, disusul dengan PAN yang mendapat perolehan suara 6.0 persen.

Ternyata bukan hanya dukungan terhadap parpol Islam yang menurun, tapi juga tokoh-tokoh parpol Islam mendapat tingkat pengenalan dari publik di bawah 60 persen atau kalah popularitas dengan tokoh dari partai Nasionalis popularitasnya di atas 60 persen.

Dukungan tokoh parpol Islam masih dibawah 5 persen, seperti Hatta Rajasa (3,2 persen), Suryadharma Ali (2,1 persen), Muhaimin Iskandar (0,3 persen), Lutfi Hasan Ishaaq (0,8 persen), sedang dukungan tokoh partai nasionalis yang diatas 15 persen, yakni Megawati Soekarnoputri (20,2 persen), Prabowo (19,3 persen) dan Aburizal Bakrie (18,1 persen).

“Jika kondisi survei ini tetap bertahan, maka peluang tokoh parpol Islam ini untuk maju sebagai capres sangat kecil,” kata Adjie.

LSI menemukan empat faktor penyebab penurunan elektablitas parpol Islam, pertama, yakni makin kentalnya fenomena “Islam Yes, Partai Islam No” atau dapat dikatakan mayoritas Islam di Indonesia tidak ingin partai dengan aroma Islam menjadi mayoritas.

Kedua, yakni pendanaan politik partai Nasionalis lebih kuat daripada pendanaan politik pratai Islam.

Ketiga, yakni munculnya anarkisme yang mengatasnamakan Islam oleh kelompok tertentu dinilai berdampak pada munculnya “kecemasan kolektif” masyarakat pada umumnya.

Keempat, yakni banyak tokoh-tokoh Islam yang diakomodasi oleh partai nasionalis baik ke dalam struktur partai maupun dalam rekruitmen anggota parlemen. Survei LSI ini dilakukan pada 1-8 Oktober 2012 dengan sample 1.200 responden di 33 provinsi, menggunakan metode pengacakan beringkat (multistage random sampling), pengumpulan data melalui wawancara tatap muka responden, menggunakan kuesioner, serta tingkat kesalahan sekitar 2,9 persen. [gendis]

Galeri Video

Galeri Foto

BURSA IKLAN BARIS

Table 'seruuco_2011.bursa_posts' doesn't exist